Sabtu, 31 Desember 2016

Akibat Buruk Dari Kasih Sayang Yang Berlebihan

Akibat Buruk Dari Kasih Sayang Yang Berlebihan
Kasih sayang orangtua memang penting tapi kalau terlalu berlebihan akan mendatangkan akibat yang tidak diharapkan. Kasih sayang itu seperti air atau makanan kalau diberikan dengan ukuran yang tepat dan dengan jumlah yang tepat maka akan memberikan hasil yang maksimal, tapi kalau tidak demikian akan berubah menjadi sesuatu yang tidak baik.  Kasih sayang yang terlalu berlebihan untuk anak-anak adalah pengkhianatan seorang ayah terhadap anaknya.
Anak-anak itu bukan mainan orangtua, tapi ia adalah manusia yang masih kecil yang harus dididik untuk menyongsong masa depannya. Ayah dan ibu harus sadar bahwa suatu hari mereka akan lepas dari mereka. Anak-anak juga tidak selamanya anak-anak. Mereka akan tumbuh menjadi dewasa dan harus bergaul dalam kehidupan sosial. Hidup adalah seni yang sangat sulit. Dalam kehidupan itu seseorang akan mengalami hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan, menyengsarakan dan membahagiakan.
Sebagai orangtua yang baik, mereka harus mempersiapkan sesuatu untuk masa depan anak-anak mereka. Mereka harus dididik supaya menjadi manusia yang tangguh  di hari esok. Jangan membiarkan mereka menjadi anak-anak yang tidak berdaya, lemah dan selalu mengiba-iba uluran tangan orang lain.
Akibat negatif dari anak-anak yang dibesarkan dengan segala kemewahan dan kesenangan,
1. Mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang ingin selalu diperlakukan secara istimewa. Sifat-sifat seorang otoriter dalam diri sang anak semakin mekar ketika orangtua selalu memenuhi segala keinginan-keinginannya. Benih-benih kediktatoran semakin bersemi di dalam dirinya. Ketika hidup di tengah-tengah masyarakat, ia ingin semua orang memperlakukan dirinya seperti orangtuanya dulu melayani dirinya. Manusia seperti itu akan mudah patah arang kalau keinginannya tidak ada yang memperhatikan dan tidak memperoleh simpati dari orang lain.
Anak-anak yang selalu dimanjakan biasanya akan banyak mengalami masalah dalam kehidupan rumah tangganya. Ketika dewasa ia ingin dilayani oleh istrinya secara sempurna, ia suka memperlakukan istrinya seperti seorang pembantu rumah tangga yang harus tunduk dengan segala perintahnya. Dan sebagian besar perempuan tentu saja tidak mau melayani segala perintah suaminya yang bersifat memaksa. Jadi apa yang akan terjadi dalam rumah tangga mereka sudah bisa diprediksikan.
Seorang istri yang dulunya dibesarkan dalam keluarga yang selalu menyambut segala tuntutannya, akan menjadi seorang istri yang ingin diperlakukan secara istimewa oleh suaminya. Ia mengharapkan si suami bisa memenuhi segala keinginan istrinya dan biasanya jarang sekali suami yang dapat memenuhi segala keinginannya.
2. Anak-anak yang dibesarkan dalam asuhan seperti itu akan menjadi anak yang sangat rentan dengan masalah, kehilangan kepercayaan diri, tidak berani mengambil resiko,  tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang penting dan selalu mengharapkan uluran tangan orang lain.    
3. Anak-anak itu tidak mau lagi mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang diterimanya. Orangtuanya telah memenuhi segala keinginannya, pujian dan segalanya menjadi gambaran semu dirinya. Si anak jadi kehilangan realitas tentang dirinya. Ia merasa sudah sempurna.
Amirul Mukminin as mengatakan, “Menganggap diri sempurna adalah suatu kecacatan.”[413]
“Siapa saja yang merasa bangga dengan dirinya ia akan melihat banyak kekurangan.”[414]
Anak-anak yang manja ingin orang lain itu menghargai sifat-sifat semunya. Ia akan sukses mengumpulkan para penjilat di samping dirinya. Orang-orang yang sering membangga-banggakan dirinya tidak mungkin berhasil menarik simpati orang lain bahkan akan meraih kebencian dari orang lain.
Amirul Mukminin as mengatakan, “Siapa yang merasa bangga dengan dirinya akan menuai kebencian.”[415]
4.  Anak-anak yang selalu dimanjakan dengan segala kesenangan dan segala keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtua mereka, kelak kalau sudah besar akan tumbuh menjadi manusia yang sombong, suka memaksakan kehendak. Ia tidak akan pernah membuat ayah-ibunya tenang. Selalu merengek-rengek agar mereka memenuhi segala keinginannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar