Akibat Buruk Dari Kasih Sayang Yang Berlebihan
Kasih sayang orangtua memang
penting tapi kalau terlalu berlebihan akan mendatangkan akibat yang tidak
diharapkan. Kasih sayang itu seperti air atau makanan kalau diberikan dengan
ukuran yang tepat dan dengan jumlah yang tepat maka akan memberikan hasil yang
maksimal, tapi kalau tidak demikian akan berubah menjadi sesuatu yang tidak
baik. Kasih sayang yang terlalu berlebihan untuk anak-anak adalah
pengkhianatan seorang ayah terhadap anaknya.
Anak-anak itu bukan mainan orangtua,
tapi ia adalah manusia yang masih kecil yang harus dididik untuk menyongsong
masa depannya. Ayah dan ibu harus sadar bahwa suatu hari mereka akan lepas dari
mereka. Anak-anak juga tidak selamanya anak-anak. Mereka akan tumbuh menjadi
dewasa dan harus bergaul dalam kehidupan sosial. Hidup adalah seni yang sangat
sulit. Dalam kehidupan itu seseorang akan mengalami hal-hal yang menyenangkan,
menyedihkan, menyengsarakan dan membahagiakan.
Sebagai orangtua yang baik, mereka
harus mempersiapkan sesuatu untuk masa depan anak-anak mereka. Mereka harus
dididik supaya menjadi manusia yang tangguh di hari esok. Jangan
membiarkan mereka menjadi anak-anak yang tidak berdaya, lemah dan selalu
mengiba-iba uluran tangan orang lain.
Akibat negatif dari anak-anak yang
dibesarkan dengan segala kemewahan dan kesenangan,
1. Mereka akan
tumbuh menjadi anak-anak yang ingin selalu diperlakukan secara istimewa.
Sifat-sifat seorang otoriter dalam diri sang anak semakin mekar ketika orangtua
selalu memenuhi segala keinginan-keinginannya. Benih-benih kediktatoran semakin
bersemi di dalam dirinya. Ketika hidup di tengah-tengah masyarakat, ia ingin
semua orang memperlakukan dirinya seperti orangtuanya dulu melayani dirinya.
Manusia seperti itu akan mudah patah arang kalau keinginannya tidak ada yang
memperhatikan dan tidak memperoleh simpati dari orang lain.
Anak-anak yang selalu dimanjakan
biasanya akan banyak mengalami masalah dalam kehidupan rumah tangganya. Ketika
dewasa ia ingin dilayani oleh istrinya secara sempurna, ia suka memperlakukan
istrinya seperti seorang pembantu rumah tangga yang harus tunduk dengan segala
perintahnya. Dan sebagian besar perempuan tentu saja tidak mau melayani segala
perintah suaminya yang bersifat memaksa. Jadi apa yang akan terjadi dalam rumah
tangga mereka sudah bisa diprediksikan.
Seorang istri yang dulunya
dibesarkan dalam keluarga yang selalu menyambut segala tuntutannya, akan
menjadi seorang istri yang ingin diperlakukan secara istimewa oleh suaminya. Ia
mengharapkan si suami bisa memenuhi segala keinginan istrinya dan biasanya
jarang sekali suami yang dapat memenuhi segala keinginannya.
2. Anak-anak yang
dibesarkan dalam asuhan seperti itu akan menjadi anak yang sangat rentan dengan
masalah, kehilangan kepercayaan diri, tidak berani mengambil resiko,
tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang penting dan selalu mengharapkan
uluran tangan orang lain.
3. Anak-anak itu
tidak mau lagi mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang
diterimanya. Orangtuanya telah memenuhi segala keinginannya, pujian dan
segalanya menjadi gambaran semu dirinya. Si anak jadi kehilangan realitas
tentang dirinya. Ia merasa sudah sempurna.
Amirul Mukminin as mengatakan,
“Menganggap diri sempurna adalah suatu kecacatan.”[413]
“Siapa saja yang merasa bangga dengan
dirinya ia akan melihat banyak kekurangan.”[414]
Anak-anak yang manja ingin orang
lain itu menghargai sifat-sifat semunya. Ia akan sukses mengumpulkan para
penjilat di samping dirinya. Orang-orang yang sering membangga-banggakan
dirinya tidak mungkin berhasil menarik simpati orang lain bahkan akan meraih
kebencian dari orang lain.
Amirul Mukminin as mengatakan,
“Siapa yang merasa bangga dengan dirinya akan menuai kebencian.”[415]
4. Anak-anak yang
selalu dimanjakan dengan segala kesenangan dan segala keinginannya selalu
dipenuhi oleh orangtua mereka, kelak kalau sudah besar akan tumbuh menjadi
manusia yang sombong, suka memaksakan kehendak. Ia tidak akan pernah membuat
ayah-ibunya tenang. Selalu merengek-rengek agar mereka memenuhi segala keinginannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar