Sabtu, 31 Desember 2016

Tipe-tipe Kepribadian Anak dan Cara Penanganannya

Tipe-tipe Kepribadian Anak dan Cara Penanganannya

Berikut dipaparkan beberapa tipe kepribadian anak serta cara penanganannya :
A.    Pemarah
Tingkah mengamuk dipelajari secara kebetulan. Awalnya anak belum mengerti apa yang harus ia lakukan ketika keinginannya tidak dikabulkan.maka cara yang efektif untuk mencari perhatian adalah merajuk. Lambat laun setelah mereka sudah mampu mencermati lingkungan, sering menonton tayangan televisi, akhirnya cara-cara menyelesaikan marah yang kurang produktif langsung diadopsi oleh mereka.5 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang sedang marah :
1.      Memindahkan posisi anak ke tempat lain
2.       Meng-crossing anak dengan tenang
3.      Mengajak berdiskusi
4.       Menggunakan variasi agar anak tidak jenuh
B.     Pendiam
Sikap diam dan cenderung pasif akan membuat anak kehilangan banyak teman. Jangan biarkan anak berdiam lama karena memungkinkan ia masuk dunia yang tak akan pernah dimengerti oleh siapapun.6 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang pendiam :
1.      orangtua harus banyak berkomunikasi dengan anak
2.       ajak anak untuk mendengarkan cerita/dongeng
3.        ajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar
C.     Cengeng
Jeritan bercampur tangisan terkadang membuat kita kikuk, kesal, bahkan marah ingin sekali rasanya memiliki kemampuan hanya dengan sekali sentuh anak bisa langsung diam. Tapi apa daya jangankan menghampirinya, berkata-katapun sulit sekali karena tertutupi rengekan melengking memekakan telinga sambil aksi berguling-guling di lantai atau tanah. Salah member perhatian, menyikapi, memotivasi, berkomentar dan bertindak bisa menyebabkan anak menjadi cengeng.7 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang cengeng :
1.      Khawatir boleh, tapi jangan berlebihan
2.      Tegas dalam mendidik
3.      Penuhi rasa aman anak 
4.       Latih anak menguatkan mentalnya
5.        Memberikan pujian dan kata-kata positif
6.      Memahami minat anak untuk dapat masuk ke dunianya
D.    Egois
Anak egois lebih memiliki ketakutan lebih dari pada yang normal. Ia menjadi lebih tidak peduli pada teman karena takut apa yang dikerjakannya tidak sempurna, ia juga takut tersaingi.8 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang egois :
1.      mengajari anak untuk berbagi dari hal-hal kecil terlebih dahulU
2.      memberi pemahaman kepada anak bahwa dengan sikap egoisnya anak akan dijauhi oleh teman-temannya.
3.         Mangalihkan fokus anak.
E.     Pemalas
Anak yang sering dibantu dalam melakukan kegiatannya, akan menjadi anak yang pemalas. Kita boleh membantu anak, akan tetapi hanya pada awalnya saja.9 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang pemalas :
1.      Biarkan anak menyelesaikan tugas yang ia miliki
2.      Tuangkan waktu anda untuk mendengarkan apa yang diinginkannya
3.      Sesekali untuk menyanjung atau memuji anak
4.      Beri motivasi yang memacu semangat sang anak
F.      Pemalu
Sikap malu-malu pada anak-anak, menurut anggapan kita, mungkin membuat mereka tampak menggemaskan. Tapi, bila sikap itu menetap dalam diri mereka sampai dewasa maka akan menjadi kelemahan yang merugikan. Sikap malu-malu terbentuk oleh situasi campuran antara ketidaksengajaan (accident) dan pengkondisian (conditioning).10 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang pemalu :
1.      Pelatihan karakter
2.      Mendampingi tanpa menggurui
3.      Membongkar belenggu dengan penyambutan anak
4.      Pendekatan tanpa sekat
5.      Mendongeng dan latihan olahraga
6.      Hari special anak
G.    Perfeksionis
Anak-anak tidak bisa menjadi perfeksionis jika bukan karena lingkungannya termasuk orangtua. Anak yang dari awal dilatih untuk mengerjakan sesuatu hal dengan sempurna, jika salah sedikit dihukum. Sifat ini membahayakan dirinya yang masih anak-anak.11 Berikut adalah cara menangani anak yang perfeksionis. Anak diberi kebebasan untuk memilih, akan tetapi orangtua tetap harus memberikan pengawasan dan pengarahan.
H.    Pasif
Anak pasif lebih lamban dan tidak banyak semangat terlihat pada dirinya. Hal ini mungkin disebabkan karena anak merasa kurang percaya diri untuk menunjukan kemampuannya.12 Berikut adalah beberapa cara menangani anak yang pasif :
1.      Lakukan pendekatan kekeluargaan
2.      Libatkan secara aktif dalam kegiatan dan permainan yang seru
3.      Buatkan jadwal rutinitas untuknya sehingga dapat memicu pikiran aktif
4.      Selalu memberi dukungan dalam kegiatannya, meskipun hanya sedikit.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar