Tipe-tipe Kepribadian Anak dan Cara
Penanganannya
Berikut dipaparkan
beberapa tipe kepribadian anak serta cara penanganannya :
A. Pemarah
Tingkah mengamuk
dipelajari secara kebetulan. Awalnya anak belum mengerti apa yang harus ia
lakukan ketika keinginannya tidak dikabulkan.maka cara yang efektif
untuk mencari perhatian adalah merajuk. Lambat laun setelah mereka sudah mampu
mencermati lingkungan, sering menonton tayangan televisi, akhirnya cara-cara
menyelesaikan marah yang kurang produktif langsung diadopsi oleh mereka.5 Berikut adalah beberapa cara menangani anak
yang sedang marah :
1.
Memindahkan posisi anak ke tempat lain
2.
Meng-crossing anak dengan
tenang
3.
Mengajak berdiskusi
4.
Menggunakan variasi agar
anak tidak jenuh
B.
Pendiam
Sikap diam dan
cenderung pasif akan membuat anak kehilangan banyak teman. Jangan biarkan anak
berdiam lama karena memungkinkan ia masuk dunia yang tak akan pernah dimengerti
oleh siapapun.6 Berikut adalah beberapa
cara menangani anak yang pendiam :
1.
orangtua harus banyak berkomunikasi dengan anak
2.
ajak anak untuk
mendengarkan cerita/dongeng
3.
ajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan
sekitar
C.
Cengeng
Jeritan bercampur
tangisan terkadang membuat kita kikuk, kesal, bahkan marah ingin sekali rasanya
memiliki kemampuan hanya dengan sekali sentuh anak bisa langsung diam. Tapi apa
daya jangankan menghampirinya, berkata-katapun sulit sekali karena tertutupi
rengekan melengking memekakan telinga sambil aksi berguling-guling di lantai
atau tanah. Salah member perhatian, menyikapi, memotivasi, berkomentar dan
bertindak bisa menyebabkan anak menjadi cengeng.7 Berikut
adalah beberapa cara menangani anak yang cengeng :
1.
Khawatir boleh, tapi jangan berlebihan
2.
Tegas dalam mendidik
3.
Penuhi rasa aman anak
4.
Latih anak menguatkan
mentalnya
5.
Memberikan pujian dan kata-kata positif
6.
Memahami minat anak untuk dapat masuk ke dunianya
D.
Egois
Anak egois lebih
memiliki ketakutan lebih dari pada yang normal. Ia menjadi lebih tidak peduli
pada teman karena takut apa yang dikerjakannya tidak sempurna, ia juga takut
tersaingi.8 Berikut adalah beberapa cara menangani anak
yang egois :
1. mengajari anak untuk
berbagi dari hal-hal kecil terlebih dahulU
2. memberi pemahaman
kepada anak bahwa dengan sikap egoisnya anak akan dijauhi oleh teman-temannya.
3.
Mangalihkan fokus anak.
E.
Pemalas
Anak yang sering
dibantu dalam melakukan kegiatannya, akan menjadi anak yang pemalas. Kita boleh
membantu anak, akan tetapi hanya pada awalnya saja.9 Berikut
adalah beberapa cara menangani anak yang pemalas :
1.
Biarkan anak menyelesaikan tugas yang ia miliki
2.
Tuangkan waktu anda untuk mendengarkan apa yang diinginkannya
3.
Sesekali untuk menyanjung atau memuji anak
4.
Beri motivasi yang memacu semangat sang anak
F.
Pemalu
Sikap malu-malu pada
anak-anak, menurut anggapan kita, mungkin membuat mereka tampak menggemaskan.
Tapi, bila sikap itu menetap dalam diri mereka sampai dewasa maka akan menjadi
kelemahan yang merugikan. Sikap malu-malu terbentuk oleh situasi campuran antara
ketidaksengajaan (accident) dan pengkondisian (conditioning).10 Berikut adalah beberapa cara menangani
anak yang pemalu :
1.
Pelatihan karakter
2.
Mendampingi tanpa menggurui
3.
Membongkar belenggu dengan penyambutan anak
4.
Pendekatan tanpa sekat
5.
Mendongeng dan latihan olahraga
6.
Hari special anak
G. Perfeksionis
Anak-anak tidak bisa
menjadi perfeksionis jika bukan karena lingkungannya termasuk orangtua. Anak
yang dari awal dilatih untuk mengerjakan sesuatu hal dengan sempurna, jika
salah sedikit dihukum. Sifat ini membahayakan dirinya yang masih anak-anak.11 Berikut adalah cara menangani anak yang
perfeksionis. Anak diberi kebebasan untuk memilih, akan tetapi orangtua tetap
harus memberikan pengawasan dan pengarahan.
H. Pasif
Anak pasif lebih
lamban dan tidak banyak semangat terlihat pada dirinya. Hal ini mungkin
disebabkan karena anak merasa kurang percaya diri untuk menunjukan
kemampuannya.12 Berikut adalah beberapa
cara menangani anak yang pasif :
1.
Lakukan pendekatan kekeluargaan
2.
Libatkan secara aktif dalam kegiatan dan permainan yang seru
3.
Buatkan jadwal rutinitas untuknya sehingga dapat memicu pikiran
aktif
4.
Selalu memberi dukungan dalam kegiatannya, meskipun hanya
sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar