Selasa, 27 Desember 2016

Pengertian Kurikulum



PENGERTIAN  KURIKULUM

      Di Indonesia kurikulum menjadi populer sejak tahun 1950-an yang diperkenalkan oleh sejumlah kalangan penduduk lulusan Amerika serikat. sebelumnya kita lebih akrab dengan istilah rencana pembelajaran. Karrena pada hakikatnya Kurikulum sama dengan rencana pembelajaran dan yang membedakannya hanyalah cara pandangnya. adapun beberapa definisi menurut para ahli tentang kurikulum. definisi Kurikulum Menurut Murray Print (1993), Kurikulum Sebagai Suatu Program Kegiatan Yang Terencana yang berdasarkan pandangan komprehensif terhadap setiap kegiatan yang direncanakan untuk dialami seluruh siswa, kurikulum berupaya menggabungkan ruang lingkup, rangkaian, interpretasi, keseimbangan subject matter, teknik mengajar, dal lain-lain yang dapat direncanakan sebelumnya (Saylor, Alexander, dan Lewis, 1986). dandefinisi Kurikulum Menurut Beane, etc (1991), yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi:
a)      Kurikulum sebagai produk, merupakan hasil perencanaan, pengembangan, dan perekayasaan kurikulum.
b)      Kurikulum sebagai program, Secara esensial merupakan kurikulum yang berbentuk program-program pembelajaran secara riil.
c)      Kurikulum sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh para siswa
Mendeskripsikan kurikulum sebagai pengetahuan, keterampilan, perilaku, sikap dan berbagai bentuk pemahaman thd. mata pelajaran.
d)     Kurikulum sebagai pengalaman belajar Menempatkan pengalaman belajar sebagai hal yang sangat penting dalam pembelajaran.
           Definisi Kurikulum Menurut John Dewey (1902) yang menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum.Definisi Kurikulum Menurut Orlosky and Smith, Kurikulum adalah bagian dari program sekolah. Kurikulum berisi apa yang diharapkan pada siswa dalam pembelajaran.
            Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa memahami konsep dasar dari kurikulum.
Setiap orang, kelompok masyarakat, atau bahkan ahli pendidikan dapat mempunyai penafsiran yang berbeda tentang pengertian kurikulum. Berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh banyak ahli, dapat disimpulkan bahwa pengertian kurikulum dapat ditinjau dari dua sisi yang berbeda, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru (Oemar Hamalik, 2007). Selain pengertian tersebut, berikut juga ada pengertian mengenai kurikulum:
a)      Pengertian Kurikulum Secara Etimologis, Secara etimologis istilah kurikulum yang dalam bahasa Inggris ditulis “curriculum” berasal dari bahasa Yunani yaitu “curir” yang berarti “pelari”, dan “curere” yang berarti “tempat berpacu”. Tidak heran jika dilihat dari arti harfiahnya, istilah kurikulum tersebut pada awalnya digunakan dalam dunia Olah raga, seperti bisa diperhatikan dari arti “pelari dan tempat berpacu”, yang mengingatkan kita pada jenis olah raga Atletik.
b)      Pengertian Kurikulum Berdasarkan Istilah, berawal dari makna “curir” dan “curere” kurikulum berdasarkan istilah diartikan sebagai “Jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memeroleh medali atau penghargaan”. Pengertian tersebut kemudian diadaptasikan ke dalam dunia pendididikan dan diartikan sebagai “Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal hingga akhir program demi memeroleh ijazah”
        Kurikulum menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
Menurut UU no. 20 tahun 2003, kurikulum adalah “Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Bab I Pasal 1 ayat 19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar