Membatasi Masa Bermain bagi Anak-anak
Anak-anak memang memerlukan waktu
bermain tapi jangan sampai anak-anak menghabiskan aktivitasnya untuk terus
bermain. Mereka bisa bermain dalam waktu-waktu tertentu. Waktu mereka dalam
bermain harus ditentukan dengan cara yang baik tapi dengan cara yang tidak
membatasi kreatifitasnya. Aturlah masa bermain-main mereka sehingga semakin
dewasa maka masa bermain-main mereka semakin sedikit. Jangan sampai keinginan
untuk bermain-main itu terus menguasai anak-anak sehingga mereka tidak ingin
mengerjakan aktivitas lain.
Amirul Mukminin as berkata, “Orang
yang terikat dengan permainan tidak akan pernah merasakan kebahagiaan.”[423]
Russel dalam hal ini mengatakan,
“Seorang guru harus bisa menjadikan masa-masa permainan ini sebagai jalan awal
untuk memasuki dunia yang serius dan waspadailah jangan sampai permainan itu
menjadi satu-satunya motivasi dalam hidup ini. Masa-masa permainan adalah
masa-masa untuk mengembangkan kesiapan diri. Momentum bermain adalah momentum
menuju ke depan dan bukan perhentian. Anak-anak dan remaja harus belajar
bertanggung jawab; jangan sampai mereka melalaikan aktivitas yang lebih penting
karena asik dengan permainan. Kita kadang-kadang bertemu dengan tipe manusia
yang lebih banyak mengurusi permainan daripada pekerjaan pentingnya bahkan
sifat itu terus dibawa-bawa sampai dewasa. Misalnya ada orang-orang yang
hanya ingin memuaskan hobinya menonton film sehingga berani melupakan
pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting.”
Jean Soto menulis, “Anak-anak tidak
berbeda dengan manusia dewasa. Dia bisa memahami aktivitas-aktivitas yang
sulit.”
Jenis-jenis Permainan
Para psikolog telah mengembangkan
penelitian tentang motivasi anak-anak dalam bermain dan jenis-jenis permainan
yang akan kami informasikan secara global. Bermain itu sama dengan
mengembangkan potensi diri.
Permainan bagi anak-anak bukan sekedar
menghabiskan waktu secara percuma. Namun suatu aktivitas yang serius dan dapat
dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Buatlah permainan-permainan yang dapat
membantu anak-anak untuk mengembangkan bakat-bakat mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar