Sabtu, 31 Desember 2016

Pentuingnya Anak Dalam Kehidupan Rumah Tangga

Pentuingnya Anak Dalam Kehidupan Rumah Tangga
Sebagian besar pasangan menyatakan bahwa alasan mereka melakukan pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan. Tuntutan ini akan semakin kuat ketika teman dan kerabat selalu mendesak Anda dan pasangan untuk segera memiliki keturunan. Karena masyarakat menganggap bahwa jika pasangan suami istri tidak memiliki keturunan, berarti ada yang salah pada pernikahannya.
Tetapi ada baiknya jika Anda kembali mencoba untuk mencari makna sebenarnya dari pernikahan tersebut, apakah Anda mencari kebahagiaan atau sebuah makna kehidupan lain.
Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah Inggris membuat sebuah survei untuk mengukur kebahagian seseorang. Mereka mengukur kebahagiaan seseorang berdasarkan dengan anak yang telah mereka memiliki.
Survey tersebut menemukan hasil bahwa seseorang yang telah memiliki anak, memang akan memiliki rasa pengertian yang lebih tinggi, terlebih lagi dalam hubungan mereka dengan orang lain. Selain itu, seseorang yang telah memiliki buah hati akan berusaha untuk hidup lebih lama karena mereka ingin berbuat lebih banyak untuk buah hatinya.
Akan tetapi hasil penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun seseorang telah memiliki buah hati, namun hal tersebut ternyata tidak bisa membuat mereka merasa puas ataupun mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.
Seorang peneliti mengatakan bahwa “meskipun kehadiran anak tidak mengubah kepuasan hidup secara keseluruhan, tetapi mampu meningkatkan makna dan tujuan dalam kehidupan masyarakat. Survey ini dilakukan kepada 80.000 orang responden yang kemudian diberi empat buah pertanyaan. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada para responden adalah bagaimana cara agar mereka bisa bahagia serta seberapa puas mereka dengan kehidupannya.
Selain itu, para responden juga diminta untuk memberikan parameter hal yang bisa membuat mereka merasa lebih bahagia. Mereka juga diminta untuk memberikan jawaban tentang hal-hal yang membuat mereka mencemaskan hidup yang sedang mereka jalani.
Mereka diminta untuk menjawabnya dengan memberikan angka dari satu sampai dengan sepuluh. Dari survey tersebut ditemukan bahwa orang-orang yang telah memiliki anak ternyata memiliki tingkat kebahagiaan dan kepuasan yang tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang belum atau memang tidak memiliki anak.
Hal lain yang ditemukan oleh survey ini adalah seseorang yang telah menikah akan mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih besar daripada orang-orang yang tinggal bersama dengan kekasihnya tanpa menikah. Dan orang-orang yang bercerai adalah orang-orang yang memiliki tingkat kebahagiaan paling rendah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar