Pentuingnya Anak
Dalam Kehidupan Rumah Tangga
Sebagian besar pasangan
menyatakan bahwa alasan mereka melakukan pernikahan adalah untuk mendapatkan
keturunan. Tuntutan ini akan semakin kuat ketika teman dan kerabat selalu
mendesak Anda dan pasangan untuk segera memiliki keturunan. Karena masyarakat
menganggap bahwa jika pasangan suami istri tidak memiliki keturunan, berarti
ada yang salah pada pernikahannya.
Tetapi ada
baiknya jika Anda kembali mencoba untuk mencari makna sebenarnya dari
pernikahan tersebut, apakah Anda mencari kebahagiaan atau sebuah makna
kehidupan lain.
Hal inilah yang kemudian membuat
pemerintah Inggris membuat sebuah survei untuk mengukur kebahagian seseorang.
Mereka mengukur kebahagiaan seseorang berdasarkan dengan anak yang telah mereka
memiliki.
Survey tersebut menemukan hasil
bahwa seseorang yang telah memiliki anak, memang akan memiliki rasa pengertian
yang lebih tinggi, terlebih lagi dalam hubungan mereka dengan orang lain.
Selain itu, seseorang yang telah memiliki buah hati akan berusaha untuk hidup
lebih lama karena mereka ingin berbuat lebih banyak untuk buah hatinya.
Akan tetapi hasil penelitian ini
juga menemukan bahwa meskipun seseorang telah memiliki buah hati, namun hal
tersebut ternyata tidak bisa membuat mereka merasa puas ataupun mendapatkan
kebahagiaan dalam hidupnya.
Seorang peneliti
mengatakan bahwa “meskipun kehadiran anak tidak mengubah kepuasan hidup secara
keseluruhan, tetapi mampu meningkatkan makna dan tujuan dalam kehidupan
masyarakat. Survey ini dilakukan kepada 80.000 orang responden yang kemudian
diberi empat buah pertanyaan. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
kepada para responden adalah bagaimana cara agar mereka bisa bahagia serta
seberapa puas mereka dengan kehidupannya.
Selain itu, para
responden juga diminta untuk memberikan parameter hal yang bisa membuat mereka
merasa lebih bahagia. Mereka juga diminta untuk memberikan jawaban tentang
hal-hal yang membuat mereka mencemaskan hidup yang sedang mereka jalani.
Mereka diminta untuk menjawabnya
dengan memberikan angka dari satu sampai dengan sepuluh. Dari survey tersebut
ditemukan bahwa orang-orang yang telah memiliki anak ternyata memiliki tingkat
kebahagiaan dan kepuasan yang tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang belum
atau memang tidak memiliki anak.
Hal lain yang ditemukan oleh
survey ini adalah seseorang yang telah menikah akan mendapatkan kebahagiaan
yang jauh lebih besar daripada orang-orang yang tinggal bersama dengan
kekasihnya tanpa menikah. Dan orang-orang yang bercerai adalah orang-orang yang
memiliki tingkat kebahagiaan paling rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar