Teori –Teori Tentang Hakikat Perkembangan Peserta Didik
a. Teori
Psikodinamika
Menurut teori yang dikemukakan oleh Sigmund Freud,
tingkah laku manusia menupakan hasil tenaga yang beroperasi di dalam pikiran,
yang sering tanpa disadari oleh individu. Menurut pandangan ini tingkah laku
manusia lebih ditentukan dan dikontro oleh kekuatan psikologis, naluri-naluri
irrasional (terutama naluri menyerang dan naluri seks). Freud membedakan
kepribadian manusia atas tiga unit mental atau struktrur psikis, yaitu:
- Id merupakan aspek biologis kepribadian karena berisikan unsur-unsur biologis termasuk di dalamnya dorongan-dorongan dan impuls-impuls instingtif yang lebih dasar (lapar, haus, seks, dan agresi)
- Ego merupakan aspek psikologis kepribadian karena timbul dari kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia nyata dan menjadi perantara antara kebutuhan instingtif orgnisme dengan keadaan lingkungan.
- Superego merupakan aspek sosiologis kepribadian karena merupakan wakil nilai-nilai tradisional dan cita-cita masyarakat sebagaiman yang ditasfsirkan orang tua kepada anak-anaknya melalui berbagai perintah dan larangan. Perhatian utama superego adalah memutuskan apakah sesuatu itu benar apa salah sehingga ia dapat bertindak sesuai dengan norma-norma moral yang diakui oleh masyarakat.
b. Teori
Behavioristik
Menurut teori behavioristik manusia sepenuhnya adalah
makhluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor yang berasal
dari luar, faktor lingkungan inilah yang menjadi penentu terpenting dari
tingkah laku manusia. Menurut teori ini, orang terlibat dalam tingkah laku
tertentu karena mereka telah mempelajarinya melalui penaglaman-pengalaman
terdahulu, menghubungkan tingkah laku tersebut dengan hadiah-hadiah. Tokoh
teori ini adalah John B. Watson, dan Skinner.
c. Teori Humanistik
Tokoh teori ini adalah Carl Rogers dan Abraham Maslow,
yang meyakini bahwa tingakh laku manusia tidak dapat dijelaskan sabagai hasil
dari konflik-konflik yang tidak disadari maupun sebagai hasil pengkondisian (conditioning)
yang sederhana. Teori ini menyiratkan penolakan pendapat bahwa tingkah laku
menusia ditentukan oleh faktor di luar dirinya. Sebaliknya teori ini melihat
manusia sebagao aktor dalam drama kehidupan bukan reaktor terhadap insting atau
tekanan lingkungan.
d. Teori Psikologi Transpersonal
Teori ini merupakan kelanjutan dari atau lebih
tepatnya pengembangan dari psikologi humanistik. Psikologi ini menunjukkan
bahwa di luar alam kesadaran biasa terdapat ragam dimensi lain yang luar biasa
potensialnya serta mengajarkan prakterk-praktek untuk mengantarkan manusia pada
kesadaran spiritual, di atas id, ego, dan superegonya Freud.
e. Teori
Nativisme
Nativisme merupakan kata dasar dari bahasa Latin, “natus”
yang artinya lahir atau “nativus” yang mempunyai arti kelahiran
(pembawaan).
ini mengemukakan bahwa perkembangan
manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak
lahir (faktor pembawaan) baik karena berasal dari keturunan orang tuanya, nenek
moyangnya maupun karena memang ditakdirkan demikian.
Pembawaan itulah yang menentukan hasil
perkembangannya. Manakala pembawaannya itu baik, baik pula anak itu kelak.
Begitu pula sebaliknya, andaikata anak itu berpembawaan buruk, buruk pula pada
masa pendewasaannya.
Potensi-potensi yang dimiliki seseorang adalah potensi
hereditas (bawaan) bukan potensi pendidikan. Pendidikan dan sama sekali tidak
berpengaruh terhadap perkembangan manusia. Teori ini juga termasuk dalam
filsafat idealisme yang mengemukakan bahwa perkembangan seorang hanya
ditentukan oleh keturunan yaitu faktor alam yang bersifat kodrati.
Menurut nativisme, pendidikan tidak dapat mengubah
sifat-sifat pembawaan. Pendidikan dan lingkungan tidak berpengaruh sama sekali
dan tidak berkuasa dalam perkembangan seorang anak. Dalam ilmu pendidikan teori
nativisme ini dikenal sebagai pandangan pesemisme paedagogis. Teori ini disebut
pula dengan Biologisme, karena mementingkan kehidupan individu saja, tanpa
memperhatikan pengaruh-pengaruh dari luar. Perkembangan individu sangat dipengaruhi
oleh:
a. Faktor genetik
(keturunan)
b. Faktor Kemampuan
(bakat)
c. Faktor Pertumbuhan
f. Teori
Empirisme
teori ini mengemukakan bahwa manusia dilahirkan
seperti kertas kosong (putih) yang belum ditulis (teori tabularasa). Jadi sejak
dilahirkan anak itu tidak mempunyai bakat dan pembawaan apa-apa dan anak
dibentuk sekehendak pendidiknya. Disini kekuatan apa pada pendidik, pendidikan
dan lingkungannya yang berkuasa atas pembentukan anak.
Teori empirisme ini merupakan kebalikan dari teori
nativisme karena menganggap bahwa potensi atau pembawaan yang dimiliki
seseorang itu sama sekali tidak ada pengaruhnya dalam upaya pendidikan.
Semuanya ditentukan oleh faktor lingkungan yaitu pendidikan. Teori ini disebut
juga dengan Sosiologisme, karena sepenuhnya mementingkan atau menekankan
pengaruh dari luar. Dalam ilmu pendidikan teori ini dikenal sebagai pandangan
optimisme paedagogis.
g.
Teori Konvergensi
Teori ini pada intinya merupakan perpaduan antara
pandangan nativisme dan empirisme, yang keduanya dipandang sangat berat
sebelah. Tokoh utama teori konvergensi adalah Louis William Stern (1871-1938),
seorang filosof sekaligus sebagai psikolog Jerman.
Teori ini menggabungkan arti penting hereditas
(pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh dalam
perkembangan manusia. Faktor pembawaan tidak berarti apa-apa tanpa faktor
pengalaman (lingkungan). Demikian pula sebaliknya, faktor pengalaman tanpa
faktor pembawaan tidak akan mampu mengembangkan manusia yang sesuai dengan harapan.
Perkembangan yang sehat akan berkembang jika kombinsai
dari fasilitas yang diberikan oleh lingkungan dan potensialitas kodrati
seseorang bisa mendorong berfungsinya segenap kemampuannya. Dan kondisi sosial
menjadi sangat tidak sehat apabila segala pengaruh lingkungan merusak, bahkan
melumpuhkan potensi psiko-fisiknya.
Dengan demikian, keadaan ini dapat dinyatakan bahwa faktor pembawaan maupun
pengaruh lingkungan yang berdiri sendiri tidak dapat menentukan secara mutlak
dan bukan satu-satunya faktor yang menentukan pribadi atau struktur kejiwaan
seseorang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar