PENDIDIKAN
KARAKTER
Akar dari semua
tindakan yang jahat dan buruk, tindak kejahatabn terletak pada hilangnya
karakter. karakter dini9lai sebagai cara berfikir dan berprilaku yang khas tiap
indivgidu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingtkungan keluarga,
masyarakat, bangsa dan Negara.karakter dapat dianggap sebagai nilai-nilai
prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang M,aha Esa, diri sendiri,
sesame manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam fikiran , sikap,
perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hokum, adat
istiadat, tata karma, dan estetika. Karakter adalah prilaku yang tampak dalam
kehidupan sehari-hari baik dalam
bersikap, maupun dalam bertindak.
Menurut kamus besar
bahasa Indonesia (2008) karakter merupakan sikap-sikap kejiwaan, akhlak atau
budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Dengan demikian
karakter adalah nilai-nilai yang unik baik yang berparti dalam diri dan terewajantahkan dalam prilaku (kementrian
pendidikan nasional 2010). Nilai-nilai yang unik , baik itu kemudian dalam
disain induk pembangunan karakter bangsa 2010-2015 dimaknai sebagai tahu nuilai
kebaikan, mau berbuat baik dan nyata berkehiduopan baik. Scerenko (1997) mendefinisikan karakter
sebagai atriburt atauy cirri-ciri yang membentuk dan membedakan cirri pribadi,
cirri etis dan kompleksitas mental dari seseorang suatu kelompok Atau bangsa.
Karakter dipengaruhi oleh hereditas, prilaku seorang anak sering kali tidak
jauh dari seorang ayah atau ibunya. Dalam bahasa jawa dikenal istilah “kacang
ora ninggal lanjaran “ ( pohon kacang panjang tidak pernah meninggalkan kayu
atau bamboo tempat melilit dan menjalar). Kecuali itu lingkungan baik
lingkunagn siosial maupun limngkunagn alam ikut membentuk karakter.
Mengacu pada berbagai
pengertian dan definisi karakter tersebut di atas, serta factor-faktor yang
mempengaruhi karakter maka, karakter dapat di maknai sebagai “ nilai dasar yang
membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun
pengaruh lingkungan, yang membedakannya denmghan oorang lain, serta diwujudkan
dalam sikap dan prilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian
sederhana pendidikan karakter adalah hal positif apa saja yang dilakukan guru
dan pengearuh kepada karakter sisiwa yang diajarinya. Pendidikan karakter
adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan
kepasda siswanya. Pendikan karakter telah menjadi sebuah pergerakan pebndikan
yang mendukung penfgembangan sosial, p[enmgembangan emosional, dan pengembangan
etika para siswa. Merupakan suatuu upaya
proaktif yang duilakukan baik oleh sekolah maupun pemerintah untuk membantu
siswa mengembangkan intiu poko dari nilai-nilai etik dan nilai kinerja seperi
kepedulian, kejujuran, kerajinan, fairness, keuletan dan ketabahan, tanggung
jawab, menghargai didri sendiri dan mengahargai orang lain. Banyak para ahli
berpendapat tentang p[engertian atau definisi pendidikan sebagai berikut :
Lickona (1991)
mendefinisikan pendidikan karakter sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk
membantu seseorang memahami, peduli dan bertindak dengan landasan inti
nilai-nilai etis. Alfie kohn dalam noll (2006) menyatakan bahwa pendidikan
karakter dapat didefinisikan secara luas atau secara sempit, dalam makna yang
luas pendidikan karakter mencangkup hamper seluruh usaha sekolah diluar bidang
akademis terurtama yang bertujuasn untuk membantu siswa tumbuh menjadi
seseorang yang memilijki karakter yang baik. Dalam makna sempit, pendidikan
karakter adalahsebagai jenis pelatihan moral yang merefleksikan nilai tertentu.
Menurut scerenko (1997) pendidikan karakter dapat dimaknai ssebagai upaya yang
sungguh-sungguh dengan cara mana cirri kepribadian positif dikembangkan,
didorong dan diberdayakan melaui keteladanan, kajian, serta praktik emulasi.
Menurut athur dalam makal;ahnya tyabng berjudul
traditional approaches to
character education in Britain and America mendefinisikan pendidikan
karakter sebagai aktifitas berbasisi sekolah yang mengungkap secara sistematis
bentuk prilaku dari siswa sepeerti
ternyarta dalam perkataanya bahwa
pendidikan akarakter di definisikan sebagai setiap rencana sekiolah yang
dirancang bersamai lemabaga masyarakat yang lain, untuk membentuk secara
langsung dan sistematis p[rilakun orang muda
dengan mempengarughi secara eksplisit nilai-nilai kepercayaan non-relativistik (diterima luas) yang
dilakukan secara langsung menerapkan nilai-nilai tersebut.
Dari definisi diatas
yang di paparkan oleh para ahli makaa dapat diosimpulkan bahwa pendidikan
karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi
amnesia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, piker, raga, serta rasa
dan karasa. Pendidikan karakter dapat
dimaknaui sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral,
pendidikan watak, yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik
untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang abik dan mewujudkan
kebaikanitu dalam kehidupan sehari-hari dengansepenuh hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar