Minggu, 11 Desember 2016

pendidikan karakter



PENDIDIKAN KARAKTER

Akar dari semua tindakan yang jahat dan buruk, tindak kejahatabn terletak pada hilangnya karakter. karakter dini9lai sebagai cara berfikir dan berprilaku yang khas tiap indivgidu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingtkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.karakter dapat dianggap sebagai nilai-nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang M,aha Esa, diri sendiri, sesame manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam fikiran , sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hokum, adat istiadat, tata karma, dan estetika. Karakter adalah prilaku yang tampak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam  bersikap, maupun dalam bertindak.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2008) karakter merupakan sikap-sikap kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik baik yang berparti dalam diri  dan terewajantahkan dalam prilaku (kementrian pendidikan nasional 2010). Nilai-nilai yang unik , baik itu kemudian dalam disain induk pembangunan karakter bangsa 2010-2015 dimaknai sebagai tahu nuilai kebaikan, mau berbuat baik dan nyata berkehiduopan baik.  Scerenko (1997) mendefinisikan karakter sebagai atriburt atauy cirri-ciri yang membentuk dan membedakan cirri pribadi, cirri etis dan kompleksitas mental dari seseorang suatu kelompok Atau bangsa. Karakter dipengaruhi oleh hereditas, prilaku seorang anak sering kali tidak jauh dari seorang ayah atau ibunya. Dalam bahasa jawa dikenal istilah “kacang ora ninggal lanjaran “ ( pohon kacang panjang tidak pernah meninggalkan kayu atau bamboo tempat melilit dan menjalar). Kecuali itu lingkungan baik lingkunagn siosial maupun limngkunagn alam ikut membentuk karakter.
Mengacu pada berbagai pengertian dan definisi karakter tersebut di atas, serta factor-faktor yang mempengaruhi karakter maka, karakter dapat di maknai sebagai “ nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya denmghan oorang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan prilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian sederhana pendidikan karakter adalah hal positif apa saja yang dilakukan guru dan pengearuh kepada karakter sisiwa yang diajarinya. Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan kepasda siswanya. Pendikan karakter telah menjadi sebuah pergerakan pebndikan yang mendukung penfgembangan sosial, p[enmgembangan emosional, dan pengembangan etika para siswa.  Merupakan suatuu upaya proaktif yang duilakukan baik oleh sekolah maupun pemerintah untuk membantu siswa mengembangkan intiu poko dari nilai-nilai etik dan nilai kinerja seperi kepedulian, kejujuran, kerajinan, fairness, keuletan dan ketabahan, tanggung jawab, menghargai didri sendiri dan mengahargai orang lain. Banyak para ahli berpendapat tentang p[engertian atau definisi pendidikan  sebagai berikut :
Lickona (1991) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk membantu seseorang memahami, peduli dan bertindak dengan landasan inti nilai-nilai etis. Alfie kohn dalam noll (2006) menyatakan bahwa pendidikan karakter dapat didefinisikan secara luas atau secara sempit, dalam makna yang luas pendidikan karakter mencangkup hamper seluruh usaha sekolah diluar bidang akademis terurtama yang bertujuasn untuk membantu siswa tumbuh menjadi seseorang yang memilijki karakter yang baik. Dalam makna sempit, pendidikan karakter adalahsebagai jenis pelatihan moral yang merefleksikan nilai tertentu. Menurut scerenko (1997) pendidikan karakter dapat dimaknai ssebagai upaya yang sungguh-sungguh dengan cara mana cirri kepribadian positif dikembangkan, didorong dan diberdayakan melaui keteladanan, kajian, serta praktik emulasi. Menurut athur dalam makal;ahnya tyabng berjudul  traditional approaches to character education in Britain and America mendefinisikan pendidikan karakter sebagai aktifitas berbasisi sekolah yang mengungkap secara sistematis bentuk prilaku dari siswa sepeerti  ternyarta dalam perkataanya  bahwa pendidikan akarakter di definisikan sebagai setiap rencana sekiolah yang dirancang bersamai lemabaga masyarakat yang lain, untuk membentuk secara langsung dan sistematis p[rilakun orang muda  dengan mempengarughi secara eksplisit nilai-nilai kepercayaan  non-relativistik (diterima luas) yang dilakukan secara langsung menerapkan nilai-nilai tersebut.
Dari definisi diatas yang di paparkan oleh para ahli makaa dapat diosimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi amnesia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, piker, raga, serta rasa dan karasa.  Pendidikan karakter dapat dimaknaui sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang abik dan mewujudkan kebaikanitu dalam kehidupan sehari-hari dengansepenuh hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar