Jumat, 16 Desember 2016

karakteristik perkembangan anak



Karakteristik Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar

Karakteristik berasal dari kata karakter; dalam kamus bahasa indonesia karangan poerwardarwinta dikatakan bahwa karakter adalah watak,tabiat atau sifat-sifat kejiwaan. Sedangkan menurut Ir Pedwawijatna. Karakter atau watak adalah seluruh aku yang ternyata dalam tindakannya (insani). Dengan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa karakteristik siswa merupakan seluruh kondisi atau keadaan watak yang nyata dan timbul dalam suatu tindakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa karakteristik anak sd yang perlu diketahui oleh guru diantaranya adalah :
·         Senang Bermain
Pada umumnya anak SD terutama kelas-kelas rendah itu senang bermain. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih – lebih untuk kelas rendah. Guru SD seyogyanya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pengajaran yang serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling antara mata pelajaran serius seperti IPA, Matematika, dengan pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan jasmani, atau Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).
·         Senang Bergerak
Karakteristik yang kedua adalah senang bergerak, orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak. Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai siksaan
·         Senangnya Bekerja dalam Kelompok
Melalui pergaulannya dengan kelompok sebaya, anak dapat belajar aspek-aspek penting dalam proses sosialisasi seperti : belajar memenuhi aturan-aturan kelompok,belajar setia kawan,belajar tidak tergantung pada orang dewasa di sekelilingnya,mempelajari perilaku yang dapat diterima oleh lingkungannya,belajar menerima tanggung jawab, belajar bersaing secara sehat bersama teman-temannya, belajar bagaimana bekerja dalam kelompok,belajar keadilan dan demokrasi melalui kelompok. Karakteristik ini membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 3-4 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan suatu tugas secara kelompok.
·         Senang Merasakan atau Melakukan Sesuatu Secara Langsung
Berdasarkan teori tentang psikologi perkembangan yang terkait dengan perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasi konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, anak belajar menghubungkan antara konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama. Pada masa ini anak belajar untuk membentuk konsep-konsep tentang angka ,ruang,waktu, fungsi badan,peran jenis kelamin,moral. Pembelajaran di SD cepat dipahami anak, apabila anak dilibatkan langsung melakukan atau praktik apa yang diajarkan gurunya. Dengan demikian guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang arah mata angin, dengan cara membawa anak langsung keluar kelas, kemudian menunjuk langsung setiap arah angin, bahkan dengan sedikit menjulurkan lidah akan diketahui secara persis dari arah mana angin saat itu bertiup.
·         Anak suka cengeng
Pada anak usia sekolah dasar, anak masih cengeng dan manja mereka selalu ingin diperhatikan dan dituruti semua keinginannyamereka masih belum mandiri dan harus selalu dibimbing. Disini kita sebagai calon guru sd harus mempunyai metode pembelajaran atau metode tutorial bimbingan agar kita selalu dapat membimbing dan mengarahkan anak agar membentuk mental anak supaya tidak cengeng
·         Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain
Pada anak usia sekolah dasar anak susah dalam memahami aoa yang diberikan guru, disini guru harus dapat membuat atau ,menggunakan metode yang tepat misalnya dengan cara metode eksperimen, agar anak dapat memahami pelajaran yang diberikan dengan menemukan sendiri inti dari pelajaran yang diberikan  sedangkan dengan cara ceramah yang dimana guru hanya berbicara saja didepan kelas,malah akan membuat anak tidak memahamai isi dari apa yang dibicarakan oleh gurunya.
·         Senang diperhatikan
Didalam suatu interaksi sosial anak biasanya mencari perhatian teman atau gurunya mereka senang apabila oranglain memperhatikannya, dengan berbagai cara dilakukan agar orang memperhatikannya, disini peran guru adalah untuk mengarahkan perasaan anak tersebut dengan menggunakan metode tanya jawab misalnya anak yang ingin diperhatikan akan berusaha menjawab atau bertanyadengan guru agar anak lain beserta guru memperhatikannya.
·         Senang meniru
Dalam kehidupan sehari-hari anak mencari suatu figur yang sering dia lihat dan dia temui. Mereka kemudian menirukan apa yang dilakukan dan dikenalkan orang yang ingin dia tiru tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar