Sabtu, 31 Desember 2016

Fungsi Bermain Untuk Anak-Anak

Fungsi Bermain Untuk Anak-Anak
Anak-anak pasti suka sekali dengan permainan terutama anak-anak dalam usia-usia pra sekolah dasar. Setelah beberapa lama anak-anak akan meninggalkan permainan-permainan tersebut dan mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal yang serius. Mungkin sampai kapan pun anak-anak tidak akan memahami mengapa mereka suka bermain. Tapi yang pasti mereka tidak mungkin tidak suka bermain.
Imam Shadiq as mengatakan, “Bebaskan anak-anak yang berusia tujuh tahun untuk bermain-main!”[416]
Suatu hari Rasulullah saw melewati anak-anak yang sedang bermain-main dengan tanah. Para sahabat melarang anak-anak itu (bermain-main dengan tanah). Tapi Nabi Muhammad saw mengatakan, “Biarkan! Karena tanah itu tempat bermain anak-anak!”[417]
Mungkin sebagian orangtua atau guru mengira bahwa bermain hanyalah kegiatan biasa anak-anak, padahal tidak demikian halnya bagi anak-anak. Bagi mereka permainan adalah hal yang sangat penting. Permainan anak-anak sebetulnya tidak berbeda dengan permainan orang dewasa. Lewat permainan si anak sebetulnya sedang berusaha mengembangkan segala potensinya. Dengan bermain pula anak-anak jadi mengenal benda-benda dan lingkungan sekelilingnya. Sebetulnya dengan bemain mereka sedang belajar tentang kehidupan.   
Permainan bagi anak-anak adalah kegiatan yang serius dan olah raga yang sangat alami serta sangat menguras energi. Dengan permainan itu, anak-anak belajar mengembangkan kerjasama, pergaulan, menghormati hak-hak orang lain, peraturan dan kehidupan sosial lainnya.
“Bermain adalah insting untuk mengembangkan potensi atau latihan awal untuk melakukan aktivitas masa depan.”[418] Ujar William Stern.  
Alexis Maximovic Gorgy menulis, “Permainan itu adalah jalan menuju alam kognitif. Jalan untuk hidup dan jalan untuk berubah. Permainan itu dapat memenuhi rasa intelektual anak-anak, untuk mengenal apa-apa yang ada di luar dirinya dan membantu memahami cara berinteraksi sosial. Lewat permainan itu anak-anak akan merefleksikan apa yang dilihat dan apa yang diketahuinya dan kemudian akan dikonkritkan. Anak-anak membuat rumah-rumahan, pabrik, kemudian anak-anak itu (setelah besar) akan pergi ke kutub utara, naik ke angkasa, membela tapal batas negara, atau mengendarai kendaraan dan kereta api (yang sebenarnya).”
Anton Simonvic Makarneko seorang pelatih terkenal dari Rusia mengatakan, “Anak-anak yang melakukan permainan di masa kecil akan mengulangi permainan itu di masa dewasanya. Karena dalam setiap permainan sebaiknya sebelum melakukannya harus mengolah kegiatan berpikir dengan baik terlebih dahulu.  Permainan yang baik itu tidak berbeda dengan pekerjaan yang positif. Anak-anak yang sedang bermain itu akan menampakkan perasaannya secara kasat mata. Perhatikanlah anak-anak yang sedang bermain, peranan yang mereka pilih adalah peranan yang memang sesuai dengan keinginan mereka. Emosi anak-anak dalam bermain adalah emosi yang sejati. Orangtua tidak boleh memandang sebelah mata.”[419]    
William MacDouglas mengatakan, “Permainan itu adalah keinginan organisme yang hidup untuk mematangkan insting sebelum insting itu diaktifkan.”[420]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar