Fungsi Bermain Untuk Anak-Anak
Anak-anak pasti suka sekali dengan
permainan terutama anak-anak dalam usia-usia pra sekolah dasar. Setelah
beberapa lama anak-anak akan meninggalkan permainan-permainan tersebut dan
mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal yang serius. Mungkin sampai kapan pun
anak-anak tidak akan memahami mengapa mereka suka bermain. Tapi yang pasti
mereka tidak mungkin tidak suka bermain.
Imam Shadiq as mengatakan,
“Bebaskan anak-anak yang berusia tujuh tahun untuk bermain-main!”[416]
Suatu hari Rasulullah saw melewati
anak-anak yang sedang bermain-main dengan tanah. Para sahabat melarang
anak-anak itu (bermain-main dengan tanah). Tapi Nabi Muhammad saw mengatakan,
“Biarkan! Karena tanah itu tempat bermain anak-anak!”[417]
Mungkin sebagian orangtua atau guru
mengira bahwa bermain hanyalah kegiatan biasa anak-anak, padahal tidak demikian
halnya bagi anak-anak. Bagi mereka permainan adalah hal yang sangat penting.
Permainan anak-anak sebetulnya tidak berbeda dengan permainan orang dewasa.
Lewat permainan si anak sebetulnya sedang berusaha mengembangkan segala
potensinya. Dengan bermain pula anak-anak jadi mengenal benda-benda dan
lingkungan sekelilingnya. Sebetulnya dengan bemain mereka sedang belajar
tentang kehidupan.
Permainan bagi anak-anak adalah
kegiatan yang serius dan olah raga yang sangat alami serta sangat menguras
energi. Dengan permainan itu, anak-anak belajar mengembangkan kerjasama,
pergaulan, menghormati hak-hak orang lain, peraturan dan kehidupan sosial
lainnya.
“Bermain adalah insting untuk
mengembangkan potensi atau latihan awal untuk melakukan aktivitas masa
depan.”[418] Ujar William Stern.
Alexis Maximovic Gorgy menulis,
“Permainan itu adalah jalan menuju alam kognitif. Jalan untuk hidup dan jalan
untuk berubah. Permainan itu dapat memenuhi rasa intelektual anak-anak, untuk
mengenal apa-apa yang ada di luar dirinya dan membantu memahami cara
berinteraksi sosial. Lewat permainan itu anak-anak akan merefleksikan apa yang
dilihat dan apa yang diketahuinya dan kemudian akan dikonkritkan. Anak-anak
membuat rumah-rumahan, pabrik, kemudian anak-anak itu (setelah besar) akan
pergi ke kutub utara, naik ke angkasa, membela tapal batas negara, atau
mengendarai kendaraan dan kereta api (yang sebenarnya).”
Anton Simonvic Makarneko seorang
pelatih terkenal dari Rusia mengatakan, “Anak-anak yang melakukan permainan di
masa kecil akan mengulangi permainan itu di masa dewasanya. Karena dalam setiap
permainan sebaiknya sebelum melakukannya harus mengolah kegiatan berpikir
dengan baik terlebih dahulu. Permainan yang baik itu tidak berbeda dengan
pekerjaan yang positif. Anak-anak yang sedang bermain itu akan menampakkan
perasaannya secara kasat mata. Perhatikanlah anak-anak yang sedang bermain,
peranan yang mereka pilih adalah peranan yang memang sesuai dengan keinginan
mereka. Emosi anak-anak dalam bermain adalah emosi yang sejati. Orangtua tidak
boleh memandang sebelah mata.”[419]
William MacDouglas mengatakan,
“Permainan itu adalah keinginan organisme yang hidup untuk mematangkan insting
sebelum insting itu diaktifkan.”[420]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar