EPISTEMOLOGI
Epistemologi
adalah suatu cabang filsafat yang mengkaji tentang usaha dan upaya untuk
mencari tahu suatu kebenaran secara hakiki. Epistemologi akan terus mengkaji
tentang suatu fakta sampai pada batas yang tidak dapat dikaji lagi. Batasan
dari epistemologi merupakan adalah batasan dari pola pikir manusia, sehingga
kebenaran sejati yang tidak dapat dicapai oleh manusia adalah milik tuhan
semata. Musa Asy’arie menjelaskan bahwa hakikat dari epistemologi merupakan
suatu usaha yang dilakukan untuk mencari hakikat dari sebuah ilmu. Usaha yang
dilakukan dalam mencari kebenaran dari sekedar trial and error tetapi dilakukan
secara sistematis dan disertai dengan metode-metode yang bersesuaian dengan
objek dari kajian ilmu.. Pendapat dari beberapa sumber yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan secara saintis tidak boleh dijadikan rujukan yang berlaku
alas kebenaran dalam menjelaskan kejadian alam. Sejarah mencatat bahwa alas
agama telah menjadi alat yang digunakan oleh otoritas yang salah mengartikan
ayat ilahi dan meletakkan pengartian mutlak pada pemuka agama tanpa didasari
fakta sains. Galilei Galileo adalah salah satu ilmuwan terkemuka di Italia yang
menjadi korban. Ia dihukum karena menemukan suatu kebenaran yang bertentangan
dengan pandangan gereja mengenai alam semesta. Fakta ini mendukung bahwa kajian
dari epistemologi sangat penting untuk menghindari kejadian di Italia sekitar 3
abad silam. Lebih luas mengenai epistemologi, Dagobert D’ Runes, seorang ahli
filsafat dari Universitas Vienna menyatakan bahwa Hakikat dari Epistemologi
merupakan upaya dalam mekaji sumber dari kebenaran atau ilmu secara structural.
Metode yang digunakan dalam mengkaji kebenaran harus menggunakan metode yang
valid sehingga hasil yang didapatkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Tujuan dari penjelasan ini merupakan upaya untuk menghindari kejadian yang bisa
berakibat buruk pada peradaban manusia. Masalah utama yang dihadapi dari kajian
Epistemologi secara menyeluruh pada ilmu sains adalah bagaimana cara mengetahui
pengetahuan secara hakiki. Jumlah disiplin ilmu yang sangat banyak dengan
pendekatan yang banyak pula membuat kajian mengenai hakikat dari suatu obyek
ilmu menjadi sangat susah dan membutuhkan pengabdian yang panjang hanya untuk
mencari kebenaran yang jumlahnya setitik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar