Jumat, 16 Desember 2016

perbedaan peserta didik



PERBEDAAN  PESERTA DIDIK

1.    Perbedaan Fisik Motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat (otak) untuk melakukan kegiatan. Kegiatan ini terjadi karena kegiatan kerja syaraf yang sistematis. Alat indra menerima rangsangan, rangsangan tersebut diteruskan melalui syaraf sensoris ke syaraf pusat (otak) untuk diolah, dan hasilnya dibawa oleh syaraf motorik untuk memberikan reaksi dalam bentuk gerakan- gerakan  atau kegiatan. Dengan demikian ketepatan kerja jaringan syaraf  akan menghasilkan suatu bentuk kegiatan yang tepat (sesuai antara rangsangan dan responnya). Kerja ini akan menggambarkan tingkat kecakapan motorik.
Syaraf pusat (otak) yang melaksanakan fungsi sentral dalam proses berfikir merupakan faktor penting dalam koordinasi kecakapan motorik. Ketidaktepatan dalam pembentukan persepsi dan penyampaian perintah akan menyebabkan kekeliruan respon atau kegiatan yang kurang sesuai dengan  tujuan.
Bertambahnya umur seseorang mengindikasikan adanya kematangan. Hal ini akan menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam berbagai hal, seperti kekuatan untuk mempertahankan perhatian, koordinasi  otot, kecepatan berpenampilan, keajegan untuk mengontrol, dan resisten terhadap kelelahan. Sehingga semakin bertambahnya usia  seseorang akan menunjukkan kecakapan motorik yang makin tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik  dipengaruhi oleh kematangan fisik dan tingkat kemampuan berfikir. Karena kematangan fisik dan kemampuan berfikir setiap individu berbeda sehingga kecakapan motorik setiap individu akan berbeda pula.
2.      Perbedaan inteligensi
Inteligensi adalah salah satu kemampuan mental pikiran atau intelektual dan merupakan bagian dari proses-proses kognitif pada tingkatan yang lebih tinggi.Secara umum inteligensi dapat dipahami sebagai kemampuan untuk beadaptasi dengan situasi yang baru secara cepat dan efektif, kemampuan untuk menggunakan konsep yang abstrak secara efektif, dan kemampuan untuk memahami hubungan dan mempelajarinya dengan cepat.
Dalam proses pendidikan di sekolah, inteligensi diyakini sebagai unusr penting yang sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Namun inteligensi merupakan salah satu asek perbedaan individual yang perlu dicermati.Setiap peserta didik memiliki inteligensi yang berlainan.Ada anak yang memiliki inteligensi tinggi, sedang dan rendah. Untuk mengetahui tinggi rendahnya inteigensi peserta didik, para ahli telah mengembangkan instrumen yang dikenal dengan “tes inteligensi”, yang kemudian lebih popular dengan istilah intelligence quotient, disingkat IQ. Berdasarkan hasil tesi inteligensi ini, peserta didik dapat diklasfikasikan sebagai :
Anak Genius
IQ di atas 140
Anak Pintar
110-140
Anak normal
90-110
Anak Kurang Pintar
70-90
Anak Debil
50-70
Anak Dungu
30-50
Anak Idiot
IQ di bawah 30


3.      Perbedaan Kecakapan Bahasa
Bahasa adalah salah satu kemampuan individu yang penting sekali dalam kehidupannya. Kemampuam berbahasa merupakan kemampuan individu untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang bermakna, logis, dan sistematis. Kemampuan berbahasa setiap individu berbeda. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan termasuk faktor fisik (organ untuk bicara).
4.      Perbedaan Psikologis
Perbedaan individual peserta didik juga terlihat dari aspek psikologisnya. Ada anak yang mudah tersenyum, ada anak yang mudah marah, ada anak yang berjiwa social, ada yang sangat egositis, ada yang cengeng, ada yang bermalas, ada yang rajin, ada yang pemurung, dan sebagainya.
Dalam proses pendidikan di sekolah, perbedaan apek sikologis ini sering menjadi persoalan, terutama aspek psikologis yang menyangkut masalah minat, motivasi dan perhatian peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru. Dalam penyajian suatu materi pelajaran guru sering menghadapi kenyataan betapa tidak semua peserta didik yang mampu menerapkanya dengan baik. Realitas ini mungkin disebabkan oleh cara penyampaian guru yang kurang tepat atau menarik, dan mungkin pula disebabkan oleh faktor psikologis peserta didik kurang memperhatikan. Secara fisik mungkin terllihat bahwa perhatian peserta didik terarah pada pembicaraan guru.Namun secara psikologis, pandangan mata atau kondisi tubuh mereka yang terlihat duduk dengan rapi dan tenang belum dapat dipastikan bahwa mereka memperhatikan semua penjelasan guru. Bisa saja pandangan mata anak hanya terarah pada gerak, sikap dan gaya megajar guru, tetapi alam pikiranya terarah pada masalah lain yang lebih menarik minat dan perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar