Tips Agar
Anak Senang Belajar Disekolah
Meskipun anak sudah siap sekolah, selalu muncul
kekhawatiran apakah si kecil mampu mengikuti pelajaran di sekolah. Untuk itu
coba lakukan berbagai kebiasaan agar anak senang belajar di sekolah..
Cara dan kebiasaan ini tidak hanya berguna dalam pendidikan dasar. Jika sudah
terlatih melakukannya, kebiasaan ini akan membantu anak mudah belajar hingga
besar nanti.
1. Membaca
Kunci perkembangan bahasa anak-anak tidak hanya dari berbicara. Pakar parenting Estelle Erasmus mengatakan, kebiasaan anak membaca juga menentukan bagaimana mereka dapat berbahasa dengan baik dan benar. Maka, Mama perlu memberikan buku-buku padanya meski ia belum mampu membaca. Biarkan ia melihat kata-kata yang tersusun dalam buku, dan mendengarkan bacaannya dari mulut Mama. “Hal ini akan membantunya untuk berimajinasi,” ujar Estelle.
Kunci perkembangan bahasa anak-anak tidak hanya dari berbicara. Pakar parenting Estelle Erasmus mengatakan, kebiasaan anak membaca juga menentukan bagaimana mereka dapat berbahasa dengan baik dan benar. Maka, Mama perlu memberikan buku-buku padanya meski ia belum mampu membaca. Biarkan ia melihat kata-kata yang tersusun dalam buku, dan mendengarkan bacaannya dari mulut Mama. “Hal ini akan membantunya untuk berimajinasi,” ujar Estelle.
2. Perilaku baik
Mama perlu menyadari bahwa gaya hidup anak di zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Anak-anak sekarang punya banyak hal yang memenuhi kebutuhan mereka dengan baik seperti gizi yang cukup, punya mainan yang mereka inginkan, serta dapat melakukan kegiatan yang mereka senangi. Jangan sampai kecukupan yang mereka rasakan menjadikan mereka tidak punya empati dengan sesama.
Mama perlu menyadari bahwa gaya hidup anak di zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Anak-anak sekarang punya banyak hal yang memenuhi kebutuhan mereka dengan baik seperti gizi yang cukup, punya mainan yang mereka inginkan, serta dapat melakukan kegiatan yang mereka senangi. Jangan sampai kecukupan yang mereka rasakan menjadikan mereka tidak punya empati dengan sesama.
Studi yang dikeluarkan oleh
lembaga psikologi Emotion mengungkapkan, mengatakan “terima kasih” dapat
membantu seseorang untuk punya teman baru. Pastikan ia punya perilaku baik agar
memiliki banyak teman. Prestasi yang baik di sekolah juga dihasilkan dari
perilaku yang baik pula. Jangan fokus pada nilai akademik saja ya, Mam.
3. Berimajinasi
Si kecil mungkin sering mengungkapkan imajinasi yang kadang tidak masuk akal. Namun, kebiasaan ini sangat baik untuk anak. Biarkan ia mengungkapkan apa yang jadi pikirannya terlebih dahulu. Mama tak perlu membatasi atau memotong apa yang ia pikirkan dan katakan, apalagi menuduh anak punya pikiran yang salah.
Si kecil mungkin sering mengungkapkan imajinasi yang kadang tidak masuk akal. Namun, kebiasaan ini sangat baik untuk anak. Biarkan ia mengungkapkan apa yang jadi pikirannya terlebih dahulu. Mama tak perlu membatasi atau memotong apa yang ia pikirkan dan katakan, apalagi menuduh anak punya pikiran yang salah.
Setelah anak selesai
berimajinasi, barulah Mama bisa memberitahu padanya apa yang sebenarnya
terjadi. Hal ini akan membantu anak untuk memahami realita yang ada. Biarkan
pula ia berpendapat apa yang ada di dalam pikirannya. Penelitian dari Journal of Experimental Child mengatakan, metode ini dapat membantu
anak melihat kemungkinan serta sudut pandang lain. Hal ini akan membantunya
berpikir lebih kreatif ketika menghadapi permasalahan di sekolah.
4. Bermain
Mama bisa membiasakan bermain dengan si kecil untuk mengajarkan pada mereka bahwa suatu saat mereka bisa menang dan kalah. Bermain juga mengajarkan pada anak bagaimana keseruan yang terjadi jika mampu bekerjasama dengan orang lain. Dalam jurnal Development Psychology diungkapkan, bermain membuat anak menyusun strategi agar memenangkan permainan. Bermain blok dan puzzle juga meningkatkan nalar anak.
Mama bisa membiasakan bermain dengan si kecil untuk mengajarkan pada mereka bahwa suatu saat mereka bisa menang dan kalah. Bermain juga mengajarkan pada anak bagaimana keseruan yang terjadi jika mampu bekerjasama dengan orang lain. Dalam jurnal Development Psychology diungkapkan, bermain membuat anak menyusun strategi agar memenangkan permainan. Bermain blok dan puzzle juga meningkatkan nalar anak.
5. Bermain di luar rumah
Journal of the Study Religion, Nature and Culture mengungkapkan, anak yang bermain di luar rumah 5 hingga 10 jam per minggu akan merasa lebih percaya diri, dan kesehatannya lebih baik. Bermain di alam akan membuat anak senang bereksplorasi, dan menjadi lebih berani. Anak-anak akan merasa bahwa bumi serta alam merupakan tempat yang menyenangkan. Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association mengatakan, anak yang senang bermain di luar rumah punya risiko lebih rendah untuk mengalami kerusakan mata.
Journal of the Study Religion, Nature and Culture mengungkapkan, anak yang bermain di luar rumah 5 hingga 10 jam per minggu akan merasa lebih percaya diri, dan kesehatannya lebih baik. Bermain di alam akan membuat anak senang bereksplorasi, dan menjadi lebih berani. Anak-anak akan merasa bahwa bumi serta alam merupakan tempat yang menyenangkan. Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association mengatakan, anak yang senang bermain di luar rumah punya risiko lebih rendah untuk mengalami kerusakan mata.
Sekarang, Mama perlu
melakukan beberapa kebiasaan tersebut agar anak senang belajar di
sekolah. Kebiasaan
itu bisa pula dilakukan sejak dini, sebelum anak mulai sekolah. Ingat, belajar
di sekolah bukan hanya soal belajar dan mengejar nilai akademik. Emosi serta
cara bersosialisasi dengan lingkungan turut menentukan bagaimana kemajuannya di
sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar