Aspek Dan Faktor Yang Mempengaruhi
Perkembangan Peserta Didik
Setiap
individu pada hakikatnya akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan
nonfisik, pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek yang
berbeda-beda antara satu dengan yang lain.
1. Pertumbuhan fisik
a.
Pertumbuhan
sebelum lahir
Masa
sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat
kompleks, karena pada masa itu merupakan sebuah awal terbentuknya organ-organ
tubuh dan tersusun jaringan syaraf yang lengkap.
b.
Pertumbuhan
setalah lahir
Setiap
bagian fisik seseorang atau individu akan terus mengalami perubahan karena
pertumbuhan, sehingga masing-masing komponen tubuh akan mencapai tingkat
kematangan untuk menjalankan fungsinya.
2. Perkembangan intelektual
a.
Tahap sensori
motor (0-2 setengah tahun)
Masa
ketika bayi menggunakan sistem pengindraan dan aktivitas motorik untuk mengenal
lingkungannya.
b.
Tahap
pra-Operasional (usia 2-7 tahun)
Pada
tahap ini, kemampuan skema kognitifnya masih terbatas. Peserta didik suka
meniru perilaku orang lain.
c.
Tahap
operasional konkret (usia 7-11 tahun)
Pada
tahap ini, peserta didik sudah mulai memahami aspek-aspek kumulatif materi,
misalnya volume dan jumlahnya
d.
Tahap
operasional formal (usia 11-15 tahun)
Pada
tahap ini, peserta didik adalah menginjak usia remaja. Perkembangan kognitif
peserta didik pada tahap ini telah memiliki kemampuan mengoordinasikan dua
ragam kognitif, baik secara simultan maupun berurutan.
3. Emosi
Emosi dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus
dimiliki oleh manusia dalam hidupnya atau dalam pertumbuhannya dan perkembangan
manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak
hal yang dibutuhkannya. Kebutuhan setiap orang dapat dibedakan menjadi dua
kelompok besar, yaitu kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani.
4. Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial yang dalam keadaannya tentu tidak
dapat hidup tanpa bantuan dari manusia lain, oleh karena itu mulai dari sekarang
bayi menjadi seorang anak hingga menjadi orang dewasa, akan bertahap mengenal
lingkungan yang lebih luas dan akan mengenal banyak manusia dan amat heterogen,
namun umumnya setiap anak akan lebih tertarik bergaul dengan teman
sebayanyayang sam jenis.
5. Bahasa
Bahasa
sebagai alat komunikasi juga dapat diartikan sebagai tanda gerakan, dan suara
untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain dengan demikian dalam
berbahasa ada dua pihak yang terlibat, yang pihak penyampaian dan pihak
penerima.
6. Bakat khusus
Bakat
merupakan kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya
dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu akan dapat berkembang
dengan baik. Pada mulanya bakat merupakan hal yang amat penting berkaitan
dengan masalah-masalah tugas dan pekerjaan.
7.
Sikap, nilai, dan moral
Tujuan akhir dari proses belajar dikelompokkan menjadi tiga
sasaran, yaitu kognitif, efektif, dan psikomotor. Semakin tumbuh dan berkembang
fisik dan psikisnya, anak mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan
hal-hal yang benar dan salah. Faktor yang mempengaruhi individu berbeda-beda
anatara yang satu dengan yang lain. Ada tiga faktor yang mempengaruhi
perkembangan individu, yaitu faktor hereditas, faktor lingkungan, dan faktor
gabungan antara keduanya.
1.
Fakto hereditas
Faktor
hereditas dipahami sebagai faktor bawaan yang dibawa anak dari orang tuanya.
Anak mewariskan sesuatu dari orang tuanya. Anak berkembang baik secara fisik
mauun psikis bukan karena pengaruh dari yang lain, akan tetapi ditentukan oleh
pembawaannya sendiri
2.
Faktor
lingkungan
Faktor
lingkungan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Anak yang
mendapatkan simulus lingkungan yang baik akan berkembang dengan baik. Aliran
yang terkenal menyampaikan bahwa pengalaman atau lingkungan memberikan pengaruh
dan bahkan merupakan faktor tertentu penentu perkembangan individu dikenal
dengan aliran empirisme.
3.
Faktor gabungan
(hereditas dan lingkungan)
Aliran
yang mempengaruhi faktor gabungan ini dikenal dengan istilah aliran kovergensi.
Seorang individu memiliki bakat atau potensi tentang musik atau olahraga, tanpa
di dukung dengan simulus yang baik, seperti sarana jika seorang hisup di
lingkungan keluarga yang ahli musik atau seorang politikus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar