FACTOR YANG
MENYEBABKAN ANAK MALAS BELAJAR
Mengutip
apa yang disampaikan guru besar fakultas psikologi, UI Sarwono S.W (20030 bahwa
factor-faktor makro yang menyebabkan anak malas belajar ialah kebanyak nak-anak
tidak mempunyai kebiasaan belajar yang teratur, tidak mempunyai catatan
pelajaran yang lengakap, tidak membuat PR, sering membolos (dari sekolah maupun
dari les ), eringkali lebih mengaharpkan bocoran soal ulangan atau menyontek
untuk mendapatkan nilai yang bagus. Di sisi lain cita-cita mereka ( yang akrena
kurang baiknya hubungannya dengan orang tua, sering dianggap tidak jelas )
adalah sekolah bisnis (mba). Dalam bayangannya mereka MBA berarti menjadi
direktur atau menejer, kerja dikantor yang mentereng, memakai dasi atau belezer
dan pergi pulang kantor mengendarai mobil sendiri. Hamper tidak terbayangkan
oleh mereka proses panjang yang harus dilakukan dari jenjang yang paling bawah
untuk mencapai posisi direktur atau menejer tersebut.
Sikap
jalan pintas ini bukan hanya menyebabkan motivasi belajar yang sanagt kuarang,
tetapi juga mnyebabkan timbulnya gaya hidup yang mau banayk senang, namun
sedikit usaha untuk masa sepanjang hidup mereka. Dengan perkataan lain
anak-anak ini selamanya akan hidup di alam mimpi yang sangat rawan dan
frustasi. Lalu akibat dari frustasi ini akan bias menimbulkan banyak masalah
lain. Untuk memahami mengapa anak-anak bersikap jalan pintas sehingga malas
belajar dan untuk membantu orang tua mencari solusi jalan kleuarnya
Brofenbrenner
mengemukakan teorinya yang berparadigma lingkungan (ekologi). Ia menyatakan
prilaku seseorang (termasuk prilaku malas belajar apada anak ) tidak berdiri
sendiri, melainkan dampak dari interaksi orang yang bersangkutan dengan
lingkungan diluarnya. Adapun lingkunagn tersebut dibagi kedalam bebrapa
lingkaran yang berlapis-lapis antara lain sebagai berikut :
1. Lingkungan
peertama adalah yang paling dekat dengan pribadi anak, yaitu lingkungan system
mikro yang terdiri atas keluarga, sekolah, guru , temapt penitipan anak, teman
bermain, tetangga, rumah, temapt bermain, dan lingkungan lain yng sehari-hari
ditemui oleh anak.
2. Lingkungan
kedua adala interaksi anatar factor-faktor dalam sistim mikro ( hubungan orang
tua-guru, orang taua-teman, antar teman atau guru dengan teman) yang dinamakan
system meso.
3. Diluar
system mikro dan meso ada lingkungan ketiga yang disebut dengan system exo
yaitu lingkungan lebih luar lagi yang tidak langsung menyentuh pribadi anak
akan tetapi besar pengaruhnya seperti, keluarga besar, polisi, POMG, dokter,
Koran, atau televise.
4. Lingkungan
paling lauar adalah system makro, yang terdiri atas idiologi Negara,
pemerintah, tradisi, agama, hokum adat dan budaya.
Itulah
lingkungan yang dapat mempengaruhi seseorang anak malas belajar yang
dikemukakan oleh brofenbrenner.
SUMBER : Fadilah,M.2014.
implementasi kurikulum 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar