Jumat, 16 Desember 2016

Faktor malas belajar



FACTOR YANG MENYEBABKAN ANAK MALAS BELAJAR

Mengutip apa yang disampaikan guru besar fakultas psikologi, UI Sarwono S.W (20030 bahwa factor-faktor makro yang menyebabkan anak malas belajar ialah kebanyak nak-anak tidak mempunyai kebiasaan belajar yang teratur, tidak mempunyai catatan pelajaran yang lengakap, tidak membuat PR, sering membolos (dari sekolah maupun dari les ), eringkali lebih mengaharpkan bocoran soal ulangan atau menyontek untuk mendapatkan nilai yang bagus. Di sisi lain cita-cita mereka ( yang akrena kurang baiknya hubungannya dengan orang tua, sering dianggap tidak jelas ) adalah sekolah bisnis (mba). Dalam bayangannya mereka MBA berarti menjadi direktur atau menejer, kerja dikantor yang mentereng, memakai dasi atau belezer dan pergi pulang kantor mengendarai mobil sendiri. Hamper tidak terbayangkan oleh mereka proses panjang yang harus dilakukan dari jenjang yang paling bawah untuk mencapai posisi direktur atau menejer tersebut.
Sikap jalan pintas ini bukan hanya menyebabkan motivasi belajar yang sanagt kuarang, tetapi juga mnyebabkan timbulnya gaya hidup yang mau banayk senang, namun sedikit usaha untuk masa sepanjang hidup mereka. Dengan perkataan lain anak-anak ini selamanya akan hidup di alam mimpi yang sangat rawan dan frustasi. Lalu akibat dari frustasi ini akan bias menimbulkan banyak masalah lain. Untuk memahami mengapa anak-anak bersikap jalan pintas sehingga malas belajar dan untuk membantu orang tua mencari solusi jalan kleuarnya
Brofenbrenner mengemukakan teorinya yang berparadigma lingkungan (ekologi). Ia menyatakan prilaku seseorang (termasuk prilaku malas belajar apada anak ) tidak berdiri sendiri, melainkan dampak dari interaksi orang yang bersangkutan dengan lingkungan diluarnya. Adapun lingkunagn tersebut dibagi kedalam bebrapa lingkaran yang berlapis-lapis antara lain sebagai berikut :
1.      Lingkungan peertama adalah yang paling dekat dengan pribadi anak, yaitu lingkungan system mikro yang terdiri atas keluarga, sekolah, guru , temapt penitipan anak, teman bermain, tetangga, rumah, temapt bermain, dan lingkungan lain yng sehari-hari ditemui oleh anak.
2.      Lingkungan kedua adala interaksi anatar factor-faktor dalam sistim mikro ( hubungan orang tua-guru, orang taua-teman, antar teman atau guru dengan teman) yang dinamakan system meso.
3.      Diluar system mikro dan meso ada lingkungan ketiga yang disebut dengan system exo yaitu lingkungan lebih luar lagi yang tidak langsung menyentuh pribadi anak akan tetapi besar pengaruhnya seperti, keluarga besar, polisi, POMG, dokter, Koran, atau televise.
4.      Lingkungan paling lauar adalah system makro, yang terdiri atas idiologi Negara, pemerintah, tradisi, agama, hokum adat dan budaya.
Itulah lingkungan yang dapat mempengaruhi seseorang anak malas belajar yang dikemukakan oleh brofenbrenner.

SUMBER : Fadilah,M.2014. implementasi kurikulum 2013.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar