Jumat, 16 Desember 2016

kesulitan belajar



KESULITAN BELAJAR

Belajar adalah Suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen dan menetap karena adanya intereaksi individu dengan lingkungan. Di dalam kegiatan belajar berl;angsung banyak hal-hal yang dialami siswa salah satunya yaitu  Kesulitan Belajar. Kesulitan belajar adalah Suatu gejala yang nampak pada peserta didik yang tidandai dengan adanya prestasi belajar yang rendah atau dibawah norma yang telah ditetapkan, Prestasi Belajar rendah dibandingkan prestasi belajar temen-teman di kelas dan Dibandingkan dengan prestasi belajar yang pernah dicapai sebelumny. Kesulitan belajar merupakan hal yang lumrah dialami oleh peserta didik. Sering ditemukan adanya siswa mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah. Menghadapi hambatan dalam mencerna dan menyerap informasi belajar yang diberikan guru. 
Kondisi ini akan berdampak kurang bagus terhadap kemajuan belajar anak. Oleh sebab itu perlu diupayakan pemecahan masalahnya. Baik oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Ini sebagai salah satu wujud kepedulian dan kerja sama dalam dunia pendidikan anak. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar adalah yang memiliki inteligensi normal, tetapi menunjukkan atau atau beberapa hal yang penting dalam proses belajar , baik dalam persepsi , ingatan, perhatian maupun fungsi motoriknya. Ada beberapa ciri-cicri yang dapat diketahu ketika pesertan didik mengalami kesulitan belajar:
Ciri-ciri Anak Berkesulitan Belajar :
1.     Prestasi belajarnya rendah artinya skor yang diperoleh dibawah rata-rata
2.     Usaha yang dilakukan dalam kegiatan belajar tidak sebanding dengan hasil yang dicapainya
3.     Sikap acuh dalam mengikuti pelajaran dan sikap kurang wajar lainnya
4.     Menunjukkan perilaku menyimpang dari perilaku temannya yang seusia, misalnya suka membolos, engan mengerjakan tugas, tidak dapat kerjasama dengan temannya, terisolir, tidak dapat konsentrasi, tidak punya semangat dan sebagainya
5.     Emosional misalnya mudah tersinggung, mudah marah, pemurung, merasa rendah diri dan sebagainya.
Selain itu, anak yang mengalami kesulitan belajar juga dapat disebabkan dari  dua factor.
1.     Faktor yang berasal dari dalam diri Siswa
a.     Kemampuan Intelektual
b.      Afeksi (perasaan dan percaya diri)
c.       Motivasi
d.     Kematangan untuk belajar
e.      . Usia
f.        Jenis kelamin
g.     Kebiasaan belajar
h.     . Kemampuan mengingat
i.       . Kemampuan pengindraan (melihat, mendengar dan merasakan)
2.      Faktor yang berasal dari luar diri Siswa
a.     Guru
b.     Kualitas pembelajaran
c.      Instrumen/fasilitas pembelajaran
d.     . Lingkungan (Sosial dan Alam)
Kesulitan dalam belajar peserta didik dapat diatasi berdasarkan gejala yang diamati dan factor yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan belajar maka upaay yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut adalah sebagai berikut :

Kesulitan dalam belajar peserta didik dapat diatasi berdasarkan gejala yang diamati dan factor yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan belajar maka upaay yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut adalah sebagai berikut :
1.     Tempat duduk siswa
Anak yang mengalami kesulitan pendengaran dan penglihatan hendaknya mengambil posisi tempat duduk bagian depan. Mereka akan dapat melihat tulisan di papan tulis lebih jelas. Begitu pula dalam mendengar semua informasi belajar yang diucapkan oleh guru. 

2.     .Gangguan kesehatan
Anak yang mengalami gangguan kesehatan sebaiknya diistirahatkan di rumah dengan tetap memberinya bahan pelajaran dan dibimbing oleh orang tua dan keluarga lainnya. 

3.  Program remedial
Siswa yang gagal mencapai tujuan pembelajaran akibat gangguan internal, perlu ditolong dengan melaksanakan program remedial. Teknik program remedial dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah mengulang kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai, memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa, dan lain sebagainya. 

4.                    Bantuan media dan alat peraga
Penggunaan alat peraga pelajaran dan media belajar kiranya cukup membantu siswa yang mengalami kesulitan menerima materi pelajaran. Boleh jadi kesulitan belajar itu timbul karena materi pelajaran bersifat abstrak sehingga sulit dipahami siswa. 

5.                    Suasana belajar menyenangkan
Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah menciptakan suasana belajar kondusif. Suasana belajar yang nyaman dan menggembirakan akan membantu siswa yang mengalami hambatan dalam menerima materi pelajaran.

6.                    Motivasi orang tua di rumah
Anak yang mengalami kesulitan belajar perlu mendapat perhatian orang tua dan anggota keluarganya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi ekstrinsik dan intrinsik agar anak mampu memperoleh hasil belajar yang memuaskan.Selain itu juga orang tua perlu memperhatikan kesehatan tubuh anak dengan memberikan makanan dan miniman yang bergizi disertai dengan suplemen pembangun tubuh yang cukup. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar