KESULITAN BELAJAR
Belajar
adalah Suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan
tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen dan menetap karena
adanya intereaksi individu dengan lingkungan. Di dalam kegiatan belajar berl;angsung
banyak hal-hal yang dialami siswa salah satunya yaitu Kesulitan Belajar. Kesulitan belajar adalah Suatu
gejala yang nampak pada peserta didik yang tidandai dengan adanya prestasi
belajar yang rendah atau dibawah norma yang telah ditetapkan, Prestasi Belajar
rendah dibandingkan prestasi belajar temen-teman di kelas dan Dibandingkan
dengan prestasi belajar yang pernah dicapai sebelumny. Kesulitan belajar merupakan hal yang lumrah
dialami oleh peserta didik. Sering ditemukan adanya siswa mengalami kesulitan
dalam menerima pelajaran di sekolah. Menghadapi hambatan dalam mencerna dan
menyerap informasi belajar yang diberikan guru.
Kondisi ini akan berdampak kurang bagus
terhadap kemajuan belajar anak. Oleh sebab itu perlu diupayakan pemecahan masalahnya.
Baik oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Ini sebagai salah satu
wujud kepedulian dan kerja sama dalam dunia pendidikan anak.
Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar adalah yang memiliki inteligensi
normal, tetapi menunjukkan atau atau beberapa hal yang penting dalam proses
belajar , baik dalam persepsi , ingatan, perhatian maupun fungsi motoriknya.
Ada beberapa ciri-cicri yang dapat diketahu ketika pesertan didik mengalami
kesulitan belajar:
Ciri-ciri Anak Berkesulitan Belajar :
1. Prestasi
belajarnya rendah artinya skor yang diperoleh dibawah rata-rata
2. Usaha
yang dilakukan dalam kegiatan belajar tidak sebanding dengan hasil yang
dicapainya
3. Sikap
acuh dalam mengikuti pelajaran dan sikap kurang wajar lainnya
4. Menunjukkan
perilaku menyimpang dari perilaku temannya yang seusia, misalnya suka membolos,
engan mengerjakan tugas, tidak dapat kerjasama dengan temannya, terisolir,
tidak dapat konsentrasi, tidak punya semangat dan sebagainya
5. Emosional
misalnya mudah tersinggung, mudah marah, pemurung, merasa rendah diri dan
sebagainya.
Selain
itu, anak yang mengalami kesulitan belajar juga dapat disebabkan dari dua factor.
1. Faktor
yang berasal dari dalam diri Siswa
a. Kemampuan
Intelektual
b. Afeksi (perasaan dan percaya diri)
c. Motivasi
d. Kematangan
untuk belajar
e. .
Usia
f. Jenis kelamin
g. Kebiasaan
belajar
h. .
Kemampuan mengingat
i. .
Kemampuan pengindraan (melihat, mendengar dan merasakan)
2. Faktor yang berasal dari luar diri Siswa
a. Guru
b. Kualitas
pembelajaran
c. Instrumen/fasilitas
pembelajaran
d. .
Lingkungan (Sosial dan Alam)
Kesulitan dalam belajar peserta didik dapat diatasi
berdasarkan gejala yang diamati dan factor yang menyebabkan peserta didik
mengalami kesulitan belajar maka upaay yang dilakukan guru untuk mengatasi
kesulitan belajar tersebut adalah sebagai berikut :
Kesulitan dalam belajar peserta didik dapat diatasi
berdasarkan gejala yang diamati dan factor yang menyebabkan peserta didik
mengalami kesulitan belajar maka upaay yang dilakukan guru untuk mengatasi
kesulitan belajar tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Tempat duduk siswa
Anak
yang mengalami kesulitan pendengaran dan penglihatan hendaknya mengambil posisi
tempat duduk bagian depan. Mereka akan dapat melihat tulisan di papan tulis
lebih jelas. Begitu pula dalam mendengar semua informasi belajar yang diucapkan
oleh guru.
2.
.Gangguan kesehatan
Anak yang mengalami gangguan kesehatan sebaiknya diistirahatkan
di rumah dengan tetap memberinya bahan pelajaran dan dibimbing oleh orang tua
dan keluarga lainnya.
3. Program
remedial
Siswa yang gagal mencapai tujuan pembelajaran akibat gangguan
internal, perlu ditolong dengan melaksanakan program remedial. Teknik program
remedial dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah mengulang
kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai, memberikan tugas-tugas tertentu
kepada siswa, dan lain sebagainya.
4.
Bantuan media dan alat peraga
Penggunaan
alat peraga pelajaran dan media belajar kiranya cukup membantu siswa
yang mengalami kesulitan menerima materi pelajaran. Boleh jadi kesulitan
belajar itu timbul karena materi pelajaran bersifat abstrak sehingga sulit
dipahami siswa.
5.
Suasana belajar menyenangkan
Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah menciptakan suasana belajar kondusif. Suasana
belajar yang nyaman dan menggembirakan akan membantu siswa yang mengalami
hambatan dalam menerima materi pelajaran.
6.
Motivasi orang tua di rumah
Anak
yang mengalami kesulitan belajar perlu mendapat perhatian orang tua dan anggota
keluarganya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi
ekstrinsik dan intrinsik agar anak mampu memperoleh hasil belajar yang
memuaskan.Selain itu juga orang tua perlu memperhatikan kesehatan tubuh anak
dengan memberikan makanan dan miniman yang bergizi disertai dengan suplemen
pembangun tubuh yang cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar