Minggu, 11 Desember 2016

kiat kedisiplinan guru



KIAT KEDISIPLINAN GURU

Disiplin adalah menjadi syarat mutlak menggapai kesuksesan dalam menggapai cita-cita
besar dalam dunia terutama dalam dunia pendidikan. Tanpa disip[lin yang tinggi kualitas lembaga pendidikan akan kalah dengan bangs-bangsa lain yang menerapkan disiplin tinggi, seperui malaysa, Australia, cina dan jepang. Membangun kesadaran hidup disiplin sangat penting dilakukan oleh semua pihak, terutama seorang guru, guru sebagai figure teladan murid harus memberikan comntoh yang baik dalam penggerakan kedisiplinan. Amerika menjadi Negara besar sekarang ini, sebagai mana dikatakan Ade Armando, bahwa tidak lepas dari tradisi hidup yang mengedepankan kedisiplinan yang ketat dalam menjalani aktivitas hidup sehari-hari. Disiplin identik dengan konsistensi dalam melakukan sesuatu, ia merupakan symbol dari stamina yang powerful, kerja keras yang tidak menganal rasa mala, orang yang selalu berfikir pencapaian target secara perfect, dan tidak ada dalam pikirannya kecuali hasil terbaik dalam pekerjaan yang dilakukan. Disiplin dapat dilkukan dalam banyak hal, berikut adalah macam-macam kedisiplinan.
1.      Disiplin waktu
Disiplin waktu adalah menjadi sorotan utama bagi seseorang guru, waktu masuk sekolah biasanya menjadi paramenter utama kedisiplinan guru. Kalau ia masuk sebelum bel berbunyi, berarti dia seseorang yang disiplin, dan jika seseorang guru masukpas ketika bel bel berbunyi, maka guru tersebut dikatakan kurang disiplin damn ketika guru masuk setelah bel dibunyikan maka guru tersebut dikatan dan dinilai tidak disiplin. Karena itu jangan menyepelekan disiplin waktu berusahalah dating ketika disekolah tepat pada waktunya, begitu pula pada jam mengajar, kapan masuk dan kapan seorang guru harus keluar maka ia harus sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan agar tidak mengganggu guru lain.
2.      Disiplin menegakaan aturan
Disiplin memnegakkan aturan sangat berpengaruh terhadap kewajiban seorang guru. Model pemberian sanksi yang diskriminatif harus ditinggalkan. Murid sekarang berbeda dengan murid dimasa lalu karna masa sekarang murid lebih cerdas dan kritis, sehingga jika ia diperlakukan semena-mena dan pilih kasih maka ia akan memakai cara mereka sendiri untuk menjatuhkan harga diri guru. Selain itu pilih kasih dalam memberikan sanksi sangat dibenci dalam agama.keadilan harus ditegakkan dalam keadaan apapun, karena keadilan akan menghantarkan kehidupan kearah kemajuan,kebahagiaan dan kedamaian.
3.      Disiplin sikap
Disiplin mengontrol perbuatan diri sendiri menjadi starting poin untuk menata prilaku orang lain. Misalnya disiplin untuk tidak marah, tyergesa-gesa, dan gegabah dalam bertindak. Disiplin dalam sikap ini membutuhkan latihan dan perjuangan karena setiap saat banyak hal yang menggoda untuk kirta melanggarnya. Dalam melaksanakan disiplin sikap seseorang tidak boleh tersinggung dan cepat menghakimi seseorang hanya karena persoalan sepelae. Selain itu kita juga harus  mempunyai keyakinan kuat bahwa tidak ada yang bias menjatuhkan diri kita kecuali kita sendiri. . dasn jika kita  disiplin memegang prinsip niscaya kesuksesan akan mengahmpiri kita
4.      Disiplin dalam beribadah
Mejalankan ajaran agama juga menjadi paramenter utama dalam menjalnkan kehidupan ini. Sebagai seorang guru menjalankan ibadah adalah sebuah hal yang kursial yang sangat penting. Jika seorang guru menyepelekan ajaran agama tidak menutup kemungkinan jika hal tersebuit juga akan dilakukan oleh seorang peserta didiknya .karena menjalankan agama akan berpengeruh terhadap pemahaman dan pengalaman murid terhadap agamanya. Misalnya dalam hal melakukan solat, jika seoramng guru sering malas dan terlambat dalam melakukan solat, tidak pernah puasa senin-kamis  dan tidak bersedekah maka muridnya akan melkukan hal yang serupa . oleh sebab itu seorang guru haruslah pandai memberikan contoh disiplin beribadah yang baik agar bias menjadi teladan yang baik bagi sisa-siswinya nanti.


DAFTAR PUSTAKA
Asmani,ma'mur jamal. 2009.tips menjadi guru inspiratif,kreatif dan inovatif.jogjakarta: Diva press




Tidak ada komentar:

Posting Komentar