Sabtu, 31 Desember 2016

Panduan Hukum Karma Dalam Kehidupan

Panduan Hukum Karma Dalam Kehidupan
Dalam hidup ini manusia itu swatantra katah, artinya manusia itu bebas melakukan perbuatan atau perkataan apa saja. Tapi manusia tidak akan dapat bebas dari akibatnya karena adanya hukum karma di alam semesta ini. Hukum karma adalah hukum besi yang berlaku pasti di alam semesta ini, hukum alam yang tidak bisa dibendung, yaitu apapun perbuatan atau perkataan kita secara pasti akan direspon balik oleh alam semesta menjadi akibat. Ini berarti bahwa segala bentuk kebahagiaan atau kesengsaraan yang kita alami dalam hidup ini sesungguhnya semua berasal dari perbuatan atau perkataan kita sendiri di masa waktu sebelumnya. Para Maharsi, para Guru suci dan para Danghyang yang wikan dari berbagai jaman, telah melakukan penelitian dan penembusan niskala dengan sangat hati-hati, teliti dan mendetail mengenai hukum karma. Darisana dapat diketahui bahwa hukum karma itu sangat rumit dan kompleks, sehingga ketika kita membicarakan hukum karma akan terlihat seperti pembahasan-pembahasan yang sangat panjang, yang mungkin agak ribet untuk dikenali satu-persatu. Tapi bagaimanapun juga pembahasan-pembahasan ini memberikan kita petunjuk sangat berharga sebagai panduan ketika kita melakukan perbuatan atau perkataan dalam hidup ini. Agar pembahasan-pembahasan ini tidak terlalu panjang,maka disini akan dipaparkan mengenai pembahasan-pembahasan hukum karma secara ringkas saja, tapi dengan sasaran langsung ke dalam pokok-pokoknya yang terpenting.
 Lima Kepastian Hukum Karma
Ada lima kepastian dari hukum sebab-akibat semesta, atau hukum karma, yaitu : 

1. Semua sebab akan menghasilkan akibat.

Jika kita mengalami kesengsaraan [misalnya jatuh sakit, ban motor pecah di jalan, kecurian, kecelakaan, kena tipu, dsb-nya], hal itu pasti merupakan akibat dari karma-karma buruk kita di masa waktu sebelumnya. Sebaliknya jika kita mengalami kebahagiaan, hal itu pasti merupakan akibat dari karma-karma baik kita di masa waktu sebelumnya. Kaitan erat antara perbuatan atau perkataan kita, yang kelak akan menghasilkan kesengsaraan atau kebahagiaan, sangat penting untuk dipahami sebagai hukum yang bekerja di alam semesta ini.

2. Semua akibat berasal dari sebab. 

Jika kita tidak melakukan suatu perbuatan atau perkataan tertentu, kita tidak akan mengalami akibat-akibatnya. Misalnya ada sebuah kecelakaan bis dimana banyak orang yang tewas, tapi ada juga beberapa orang yang bisa selamat. Ini disebabkan karena mereka tidak melakukan sebab-sebab yang memungkinkan mereka tewas dalam kecelakaan itu, jadi mereka tidak mengalami akibat-akibatnya.

3. Adanya kepastian akibat.

Jika kita melakukan suatu perbuatan atau perkataan tertentu, akibat karmanya tidak akan lenyap dengan sendirinya. Pada suatu waktu karma itu pasti akan datang. Mungkin saja perlu waktu 100.000 [seratus ribu] tahun, tapi karma itu pasti tetap akan datang.

4. Adanya peningkatan dari akibat.


Karma itu dapat berdampak berantai. Dari perbuatan atau perkataan kecil, kemudian akibat-akibat yang sangat besar dapat muncul. Misalnya kita berkata atau bertindak kasar pada pasangan kita, kemudian kita tidak bicara satu sama lain. Semakin lama kita membiarkannya tanpa mencoba menyelesaikan masalahnya, maka semakin besar kemarahan terasa dan semakin sulit atau rumit masalahnya dapat diselesaikan.

Selain itu, akibat karma tidak selalu terjadi seperti laju sebuah garis lurus. Berbagai perbuatan atau perkataan dapat berakibat sekaligus pada satu hal saja. Demikian juga sebaliknya, satu perbuatan atau perkataan dapat berakibat banyak hal pada berkali-kali masa kehidupan. Misalnya kita memfitnah seorang Guru suci yang asli, atau pembawa ajaran dharma yang asli [ajaran dharma yang sesuai dengan kenyataan kosmik], maka akibatnya selama berkali-kali masa kehidupan kita akan tenggelam dalam kegelapan avidya.

5. Karma buruk bisa dihapuskan.

Jika kita melakukan suatu perbuatan atau perkataan yang berdampak dhukacitta [merugikan, menyengsarakan atau menyakiti mahluk lain], pada suatu waktu karma itu pasti akan datang. Karena dalam hukum karma, semua sebab akan menghasilkan akibat dan akibat itu suatu saat pasti akan datang. Kecuali jika kita tekun melaksanakan sadhana-sadhana yang dapat menghapus karma buruk.

Jika kita mengalami kesengsaraan [misalnya jatuh sakit, ban motor pecah di jalan, kecurian, kecelakaan, kena tipu, dsb-nya], sudah pasti hal itu merupakan akibat dari karma-karma buruk kita di masa waktu sebelumnya. Tapi ini tidak berarti bahwa jika di masa waktu sebelumnya kita pernah melakukan perbuatan atau perkataan yang berdampak dhukacitta, maka kemudian semuanya akan menghasilkan akibat kesengsaraan. Tidak selalu. Karena karma-karma buruk dapat dihapuskan melalui ketekunan kita melaksanakan sadhana-sadhana yang dapat menghapus karma buruk. 

Jika kita telah tekun menahan diri dari melakukan kejahatan dan banyak melakukan kebaikan-kebaikan, serta kita sangat tekun melakukan sadhana-sadhana yang dapat menghapus karma buruk, maka sesungguhnya tidak ada lagi bahaya yang harus kita takutkan. Bahkan jika kita pergi ke suatu tempat penuh bahaya, dengan banyak penjahat kejam berkeliaran di sana, kita tidak akan mengalami perampokan, karena karma-karma buruk kita sebagai penyebab yang memungkinkan kita dirampok telah terhapuskan.

Karma tidaklah bersifat statis atau mutlak tidak berubah, tapi bersifat dinamis. Tidak ada sesuatu yang kekal di alam semesta ini, semuanya ada dalam gerak dinamis yang selalu berubah, termasuk karma. Sehingga karma setiap mahluk juga berubah-ubah, yang semata-mata ditentukan oleh apa pilihan perkataan dan perbuatan kita masing-masing.

Karma adalah hukum sebab dan akibat. Sebab dan akibat berarti setiap pengalaman bahagia dan sengsara yang kita alami dalam kehidupan pasti ada sebabnya. Jika sebabnya diringankan maka ringan juga akibatnya. Jika sebabnya dapat diatasi [dihapuskan] dengan melaksanakan sadhana-sadhana yang dapat menghapus karma buruk, maka akibatnya-pun juga akan lenyap. Kebahagiaan dapat dihadirkan dan penderitaan juga dapat dihindari, jika kita merubah sebab-sebabnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar