Ruang Lingkup Epistemologi.
Pandangan tentang ruang lingkup dari kajian
Epistemologi akan mencakup tentang keseluruhan objek yang ada di muka bumi.
Hakikat dari cakupan objek epistemologi sangat luas dan tidak berbatas. Ketika
seluruh ilmu dan objek yang ada di di bumi telah dikaji dengan sangat mendalam,
manusia masih harus mencari tahu mengenai segala sesuatu yang ada di luar bumi,
sebagai contoh bulan dan matahari. Objek ini akan terus berkembangan secara
terus menerus sampai akhirnya tidak memiliki ujung jika pandangan dikaitkan dengan
temuan Stephen Hawking mengenai alam semesta. Beberapa pandangan ahli mengenai
kajian epistemology hanya terbatas pada pada tataran konsepsi dan dari
asal-usul sumber ilmu pengetahuan secara konceptual-filofis. Suparno, guru
besar Universitas Sanata Dharma memiliki pandangan bahwa epistemologi
membicarakan sebuah proses pembentukan ilmu pengetahuan secara ilmiah, di sisi
lain aspek-aspek yang dianggap iiku berpengaruh justru diabaikan dalam
pembahasan epistemologi atau paling tidak kurang begitu diperhatikan.
Kecenderungan memandang Epistemologi dalam batasan mengenai sumber atau metode
dari sebuah pengetahuan dapat di kembangkan muncul akibat adanya pembatasan
pembahasan mengenai ontology dan aksiologi. Pembatasan ini berfungsi untuk
membatasi secara eksplisit perbedaan antara ketiga sub filsafat yang dimaksud
namun kurang memperhatikan bahwa keberlakuan dari epistemologi mencakup
ontology dan aksiologi. Hakikat Pengetahuan dalam pandangan Epistemologi.
Secara Umum, epistemologi berbicara mengenai kajian Pengetahuan (Knowledge)
serta peran dari pengetahuan. Terdapat dua pandangan yang besar mengenai
pengetahuan yakni “Pengetahuan tentang bagaimana” dan Akuantisasi Pengetahuan.
Sebagai contoh yang sangat sederhana Pengetahuan tentang bagaimana cara mendapatkan
sesuatu. Di Dalam matematika telah diketahui secara luas bahwa 2 + 2 = 4, hal
ini juga akan berlaku pada penambahan dua buah apel ditambah dengan dua buah
apel akan menghasilkan buah apel. Sedangkan pada kenyataan sebuah rujukan
semisal waktu dan alamat bukanlah hal yang dapat dijumlahkan begitu saja, dalam
hal ini dibutuhkan pengkajian lebih bijak mengenai angka, bahwa tidak semua
angka dapat dijumlahkan begitu saja. Pengetahuan dapat diartikan sebagai
informasi yang disadari atau telah diketahui secara sadar oleh seseorang. Garis
besar dari pengetahuan dapat berupa deskripsi, konsep, hipotesis atau dugaan,
sebuah prosedur yang digunakan untuk mencari tau keberlakuan suatu dugaan atau
mencari faktor yang menjadi penyebab terjadinya sesuatu. Pengetahuan juga dapat
diartikan sebagai pemahaman mengenai gejala yang diperolehi oleh seorang
manusia sebagai buah dari akal pikiran manusia. Pengetahuan digunakan oleh
manusia berdasarkan kapasitas berfikir dari orang melakukan berpikir. Sumber
dari pengetahuan dapat berupa cita, rasa dan karsa mengenai sebuah objek.
Sebagai contoh sederhana seseorang akan mengetahui mengenai enak atau tidaknya
suatu menu makanan dengan mencicipi masakan. Pengetahuan akan semakin luas jika
si pencicip menjoba menduga rasa yang ada pada masakan yang dicicipi dan
mencoba membuat hal serupa berdasarkan dugaan yang telah dibangun pada saat
mencoba. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan sebuah
proses mengkombinasikan informasi yang didapatkan dan sebuah potensi dalam
menindaklanjuti informasi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar