KEDUDUKAN KURIKULUM
DALAM PENDIDIKAN
Pendidikan
berintikan interaksi anatara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu
peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat
berlangsung dalam lingkungan kelarga, interaksi sekolah ataupun masyarakat.
dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua
sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. interaksi ini berjalan tanpa
rencana tertulis. orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci
kemana anaknya akan diarahkan, dengan apa cara mereka akan dididik, dan apa isi
pendidikannya. orang tua umumnya mempunyai harapan tentunya pada anaknya,
mudah-mudahan ia menjadi anak yang soleh, sehat, padai, dan sebagainya. tetapi
bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. juga mereka
tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberikannya agar
anak-anaknya memiliki sifat tersebut.
Interaksi pendidikan antara orang
tua dengan anaknya juga sering tidak disadari. dalam kehidupan keluarga
interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu,
berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anaknya. pada saat demikian banyak
perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan
terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. orang tua menjadi pendidik
juga tanpa dipersiapkan secaara formal. mereka menjadi pendidik karena
statusnya sebagai ayah dan ibu, meskipun mungki saja sebenarnya mereka belum
siap untuk melaksanakan tugas tersebut. karena sifatnya yang tidak formal,
tidak memilliki rancangan yang konkret da nada kalanya juga tidak disadari,
maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal.
pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal tertulis.
pendidikan dalam lingkungan sekolah lenih bersifat
formal. guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam
lembaga pendidikan guru. ia telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni
sebagai guru. ia juga telah dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik.
Dalam lingkungan sekolah pasti memiliki kurikulum yakni sebuah Pengajaran yang
direncanakan, terstruktur. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan
secara formal dalam lembaga pendidikan guru. Sehingga peran guru dalam pengembangan
kurikulum juga sangat penting.Berhubungan dengan itu, kedudukan kurikulum dalam
pendidikan adalah:
a) Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam
seluruh proses pendidikan. Kurikulum bertujuan sebagai arah, pedoman, atau
sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran (belajar
mengajar). Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi
tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
b) Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan,
memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi, serta
proses pendidikan.
c) Kurikulum merupakan suatu bidang studi, yang
ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum, yang menjadi sumber
konsep-konsep atau memberikan landasan-landasan teoritis bagi pengembangan
kurikulum berbagai institusi pendidikan.
Dengan demikian, kurikulum adalah
syarat mutlak dalam sekolah. Bagaimana seandanya jika di sekolah tidak terdapat
kurikulum? Dalam penjelasan di atas kurikulum mempunyai kedudukan
sentral, sebagai pusat proses pendidikan sehingga apabila tidak ada kurikulum
maka proses belajar mengajar tidak akan mencapai tujuan dengan baik
karena di dalam kurikulum berisi rencana pendidikan sebagai pedoman dan juga
sebagai bidang studi yang menjadi sumber konsep dan landasan bagi institusi
pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar