Pentingnya Mendidik Anak Sejak
Dini
Mendidik anak sedari kecil adalah ibarat mengukir di
atas batu.” Sabda Nabi saw tersebut sangat tepat untuk menggambarkan pentingnya
mendidik anak sedini mungkin. Anak yang masih kecil, mendidiknya membutuhkan kesabaran
karena harus terus mengulang-ulang konsep yang hendak ditanamkan. Namun begitu
konsep tersebut sudah masuk, maka ia akan tertancap dengan kuat di sana, sulit
hilang seperti ukiran di atas batu. Kehadiran anak yang mampu memberikan
kebahagiaan keluarga adalah semata-mata merupakan karunia Allah, dan kita wajib
mensyukurinya. Proses perkembahan rohani seorang anak di tumbuhkembangkan sejak
dari rumah. Pendidikan Agama Pada Anak di Usia Dini memang diajarkan sedini mungkin di sekolah.
Meskipun anak – anak tidak mengerti berdoa , berkata – kata terhadap sesuatu
pribadi yang tidak kelihatan langsung, tetapi sikap berdoa itu mungkin yang
perlu diajarkan. Disekolah guru mengajarkan sikap berdoa yang hormat dan
dilatih untuk maju ke depan memimpin doa secara bergiliran agar anak tidak
merasa minder.
Sebaiknya
jangan sekali-kali menertawakan anak bila anak salah mengucapkan doa, sebab
celaan akan menyebabkan anak tidak mau memimpin doa lagi.Ajari anak – anak yang
polos selalu berdoa dengan kejujuran, hati nya merasa dikuatkan dan anak akan
lebih berani untuk mengucapkan doa, meskipun dengan kesalahan – kesalahan yang
harap untuk dimaklumi.
Memberikan Pendidikan Agama Pada Anak di Usia Dini pada hakekatnya merupakan usaha nyata dari
pihak orang tua dalam rangka mensyukuri karunia Allah SWT serta mengemban
amanat-Nya, Sehingga anak tetap menjadi sumber kebahagiaan, mampu menjadi
penerus keturunan yang baik, mampu menjadi pelestari pahala setelah pihak orang
tua meninggal dunia dan mampu menjadi manusia yang mandiri. Usaha nyata pihak
orang tua dimaksud adalah mengembangkan totalitas potensi yang ada pada diri anak.
Potensi anak secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu potensi
rohaniah dan potensi jasmaniah. Potensi rohaniah meliputi potensi pikir,
potensi rasa dan potensi karsa, sedangkan potensi jasmaniah meliputi potensi
karsa dan potensi sehat. Dalam pandangan Islam, potensi rohaniah anak telah didasari oleh potensi fitrah Islamiah. Maka usaha
pengembangan potensi ini tidak boleh tidak harus diutamakan agar dapat
menjadi landasan bagi tumbuh kembang potensi yang lain, dan hendaklah
dilaksanakan secara nyata oleh orang tua dengan Memberikan Pendidikan Agama Pada Anak di Usia Dini masing-masing potensi yang ada pada diri anak dapat
tumbuh dan berkembang secara wajar, selaras dan seimbang.
Mengajarkan
pada anak bahwa doanya akan di kabulkan Allah SWT bila apa ? misal jika anak
itu sakit lalu memohon pada Allah SWT untuk di sembuhkan dan memang ia sembuh ,
itu berarti doannya dikabulkan. Memberikan Pendidikan Agama Pada Anak di Usia Dini Anak diajarkan untuk selalu bersyukur dan berterima
kasih.Dengan demikian anak tau bahwa penting menjaga keseimbangan dalam hidup,
selain perlu membangun hubungan dengan sesama iapun akan menyadari pentingnya
berkomunikasi dengan sang pencipta seluruh sekalian alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar