ERKEMBANGAN ASPEK MORAL DAN SOSIAL PADA ANAK
Pada
hakekatnya, para orang tua mempunyai harapan agar anak-anak mereka tumbuh dan
berkembang menjadi anak yang baik, tahu membedakan apa yang baik dan apa yang
tidak baik, tidak mudah terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang dapat
merugikan dirinya sendiri maupun merugikan orang lain. Harapan-harapan ini
kiranya akan lebih mudah terwujud apabila sejak semula, orang tua telah
menyadari akan peranan mereka sebagai orangtua yang besar pengaruhnya terhadap
perkembangan moral anak.
Seorang anak kecil sulit diharapkan untuk
dengan sendirinya bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku,
mengerti apa yang dituntut lingkungan terhadap dirinya, dan sebagainya. Aspek
moral seorang anak merupakan sesuatu yang berkembang dan diperkembangkan.
Artinya, bagiaman akan itu kelak akan bertingkahlaku sesuai atau tidak sesuai
dengan nilai-nilai moral yang berlaku, semua itu banyak dipengaruhi oleh
lingkungan kehidupan anak yang ikut memperkembangkan secara langsung ataupun
tak langsung, aspek moral ini. Karena itu faktor lingkungan besar sekali
pengaruhnya terhadap perkembangan moral anak, namun karena lingkungan pertama
yang dikenal anak dalam kehidupannya adalah orang tuanya, maka peranan
orangtualah yang dirasa paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan moral
anak, disamping pengaruh lingkungan lainnya seperti sekolah dan masyarakat.
Pengertian moralitas dan
perkembangannya pada seorang anak
Istilah moral berasal dari kata latin: MOS
(moris) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, tata cara kehidupan. Sedangkan
pengertian moralitas berhubungan dengan keadaan nilai-nilai moral yang berlaku
dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat. Jadi suatu tingkahlaku dikatakan
bermoral apabila tingkah laku itu sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku
dalam kelompok sosial di mana anak itu hidup. Nilai-nilai moral ini tidak sama
pada semua masyarakat, umumnya nilai-nilai moral ini dipenuhi oleh kebudayaan
dari kelompok atau masyarakat itu sendiri. Apa yang dianggap baik oleh suatu
kelompok atau masyarakat lainnya. Tetapi apa yang oleh suatu kelompok dianggap
tidak baik namun dilakukan juga oleh seseorang dalam kelompok tersebut, maka
tingkahlaku orang tersebut dikatakan tidak bermoral. Pada awal kehidupan
seorang bayi, kita tidak dapat menilai tingkah lakunya sebagai bermoral atau
tidak bermoral. Pada hakekatnya, seorang anak atau bayi belum bermoral, artinya
ia belum memiliki pengetahuan dan pengertian akan apa yang diharapkan oleh
kelompok sosial dimana ia hidup.
Perkembangan moral seorang anak banyak
dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia hidup. Tanpa masyarakat (lingkungan),
kepribadian seorang individu tidak dapat berkembang; nilai-nilai moral yang
dimiliki seorang anak lebih merupakan sesuatu yang diperoleh anak dari luar.
Anak belajar dan diajar oleh lingkungannya mengenai bagaimana yang dikatakan
salah atau tidak baik. Lingkungan ini berarti orang tua, saudara-saudara,
teman-teman, guru-guru dan sebagainya. Pada tahun-tahun pertama kehidupan
seorang anak, sepenuhnya bergantung pada orang lain, yaitu orangtuanya, maka di
sinilah pentingnya peranan orang tua sebagai orang pertama yang dikenal anak
dalam hidupnya untuk memperkembangkan kehidupan moral anaknya. Anak terutama
akan belajar dari orangtuanya bagaimana ia harus bersikap terhadap orang lain,
tingkahlaku-tingkahlaku apa yang baik untuk dilakukan atau yang harus
dihindari. Namun tidak berarti apabila seorang anak menunjukkan tingkahlaku
yang tidak bermoral, hal itu disebabkan karena orangtuanya. Faktor individual
dan lingkungan lainnya di sekitar kehidupan si anak, dapat pula mempengaruhi
perkembangan tingkahlaku tersebut. Dapat dikatakan bahwa orangtua bukanlah
satu-satunya faktor penentu bagi perkembangan moral anak, namun orang tua dapat
mengarahkan perkembangan moral anak sejauh mungkin, dengan menyadari akan
peranannya yang besar dalam
kehidupan anak.
Adapun beberapa sikap orangtua yang perlu
mendapat perhatian, guna perkembangan moral anaknya adalah:
1. Konsistensi dalam mendidik dan mengajar
anak-anak.
Suatu tingkah laku
anak yang dilarang oleh orangtua pada suatu waktu, harus pula dilarang apabila
dilakukan kembali pada waktu yang lain. Harus ada konsistensi dalam hal apa-apa
yang mendatangkan pujian atau hukuman pada anak. Juga antara ayah dan ibu harus
ada kesesuaian dalam melarang atau memperbolehkan tingkah-tingkah laku tertentu
pada anak. Tidak adanya konsistensi akan mengaburkan pengertian anak tentang
apa yang baik dilakukan atau yang tidak baik untuk dilakukan.
2. Sikap orang tua dalam keluarga
Bagaimana sikap ayah
terhadap ibu atau sikap ibu terhadap ayah, bagaimana sikap orantua terhadap
saudara-saudaranya, dan lainnya. Sikap-sikap ini dapat berpengaruh pula
terhadap perkembangan moral anak secara tidak langsung, yaitu melalui proses
peniruan. Anak meniru sikap dari orang-orang yang paling dekat dengan dirinya
dan yang ditemuinya setiap hari.
3. Penghayatan orangtua akan agama yang dianutnya
Orangtua yang
sungguh-sungguh menghayati kepercayaannya kepada Tuhan, akan mempengaruhi sikap
dan tindakan mereka sehari-hari. Hal ini akan berpengaruh pula terhadap
cara-cara orangtua mengasuh, memelihara, mengajar dan mendidik anak-anaknya.
Anak yang banyak dibekali dengan ajaran-ajaran agama, hidup dalam kepercayaan
dan kesetiaan kepada Tuhan; semua itu dapat menjadi dasar yang kuat untuk
perkembangan moral anak serta keseluruhan kehidupannya di kemudian hari.
4. Sikap konsekuen dari orangtua dalam
mendisiplin anaknya
Orangtua perlu menjaga
sikapnya. Adanya ketidak sesuaian antara apa yang diajarkan atau dituntut
orangtua terhadap anaknya, dengan apa yang dilihat anak sendiri dari kehidupan
orangtuanya, dapat menimbulkan konflik dalam diri si anak dan anak dapat
menggunakan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak melakukan apa yang
diajarkan orangtuanya.
Dengan kata lain
orantua berperan besar dalam mengajar, mendidik serta memberi contoh atau
teladan kepada anak-anaknya mengenai tingkahlaku apa yang baik, yang sesuai
dengan nilai-nilai moral yang berlaku, ataupun tingkah-tingkah laku yang tidak
baik dan perlu dihindari. Dalam perkembangannya, anak perlu dibimbing untuk
mengetahui, mengenal, mengerti dan akhirnya dapat menerapkan sendiri
tingkahlaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral serta tingkahlaku yang perlu
dihindari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar