Jenis-Jenis
Karma
Jika kita membicarakan
klasifikasi jenis-jenis karma, maka sesungguhnya terdapat sangat banyak
berbagai macam jenis karma. Dimana secara garis besar berbagai macam jenis
karma yang sangat banyak tersebut dikelompokkan menjadi delapan pokok besar
jenis-jenis karma, yang disebut dengan asta karma-parinama, yaitu :
1. Nama Karma
Nama karma adalah kelompok
berbagai jenis-jenis karma yang menentukan kita lahir dalam tubuh mahluk apa
dan dengan kondisi badan fisik bagaimana. Karma ini yang menentukan tubuh fisik
kelahiran kembali [punarbhawa, reinkarnasi] kita sebagai mahluk.
Ada yang terlahir kembali dalam
tubuh manusia, tapi ada juga yang karena banyak akumulasi karma buruknya
kemudian mengalami kejatuhan spiritual yaitu harus terlahir kembali dalam tubuh
binatang [menjadi binatang]. Juga kita perhatikan tubuh manusia, ada yang
berwajah menarik ada yang jelek, ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang
berambut lurus ada yang keriting, ada yang kulitnya putih ada yang hitam,
dsb-nya.
2. Gotra Karma
Gotra karma adalah kelompok
berbagai jenis-jenis karma yang menentukan seperti apa dan dimana kelahiran
kita, serta bagaimana pengalaman dalam perjalanan hidup kita.
Misalnya kita dilahirkan di
tempat dan situasi lingkungan seperti apa [lingkungan kacau atau damai, banyak
kejahatan atau aman, dsb-nya], lahir di keluarga seperti apa [orang tua, kaya
atau miskin, agama yang dianut, dsb-nya], dalam kehidupan kita bertemu dengan
siapa [teman, sahabat, rekan kerja, perjodohan dengan suami atau istri, anak,
dsb-nya]. Serta bagaimana pengalaman hidup kita seperti misalnya sukses atau
gagal, sehat atau sakit, berumur panjang atau pendek, atau seperti mengalami
tabrakan motor di jalan, menang undian, mengalami sial, kecurian, dsb-nya.
3. Vedaniya Karma
Vedaniya karma adalah kelompok
berbagai jenis-jenis karma yang mempengaruhi kecenderungan sifat-sifat dasar
kita, kondisi pikiran dan perasaan, serta gejolak emosi kita.
Karma ini yang menyebabkan
mengapa ada orang yang kecenderungan sifatnya pemarah atau sebaliknya penyabar,
ada yang pemurung atau sebaliknya ceria, ada yang pemberani atau sebaliknya
penakut, ada orang yang
mudah grogi atau sebaliknya sangat percaya diri, dsb-nya. Karma ini juga yang
menyebabkan mengapa kita jatuh cinta, atau mengapa kita mudah sekali membenci
seseorang, dsb-nya.
Vedaniya karma yang menyebabkan
ada orang yang punya kecenderungan sifat sabar, tenang dan pemaaf, demikian
juga sebaliknya, ada orang yang punya kecenderungan sifat pemarah, gelisah dan
pendendam.
4. Mohaniya Karma
Mohaniya karma adalah kelompok
berbagai jenis-jenis karma yang mempengaruhi kecerdasan spiritual dan dimensi
tingkat kesadaran kita.
Ini sebabnya mengapa ada orang
yang lebih tertarik judi, korupsi atau selingkuh dibandingkan melaksanakan
dharma. Ada orang yang lebih tertarik pergi dugem atau ke kafe dibandingkan
pergi tirtayatra ke pura-pura, dan kalaupun dia pergi ke pura yang dia pikirkan
dan lakukan semata-mata adalah untuk tujuan keduniawian. Ada orang yang lebih
suka menonton infotaintment dan bergossip dibandingkan dengan duduk meditasi.
Mohaniya karma juga yang
menyebabkan ada sebagian orang yang dengan mudah dapat memilah mana ajaran
religius yang benar, atau sebaliknya ada juga sebagian orang yang dengan mudah
terperdaya oleh ajaran religius yang palsu, sehingga yang dia pegang dan yakini
adalah ajaran religius yang palsu. Atau menyebabkan orang mengalami
kesalahpahaman spiritual, seperti misalnya menganggap dirinya melakukan hal
yang baik, benar dan suci, padahal sesungguhnya yang dilakukannya adalah hal
yang melanggar dharma. Atau dapat juga terjadi sebaliknya, mohaniya karma
menyebabkan seseorang mengalami rasa bersalah karena menyangka dirinya
melakukan hal yang salah dan melanggar dharma, padahal bila diselami secara
mendalam ternyata tidak.
5. Jnanavaraniya Karma
Jnanavaraniya karma adalah
kelompok berbagai jenis-jenis karma perintang [penghalang karma], yang membuat
kita tidak dapat memaksimalkan kecemerlangan intelek. Seperti membuat kita
mengalami kesulitan dalam penyerapan [pemahaman] ilmu pengetahuan, atau
memahami penjelasan orang lain. Dengan
kata lain karma ini akan membuat kita cenderung tumpul, bodoh, lamban dan buntu
terhadap pengetahuan atau penjelasan.
6. Antaraya Karma
Antaraya karma adalah kelompok
berbagai jenis-jenis karma perintang [penghalang karma], yang merintangi kita
untuk menerima pemberian, menerima jasa kebaikan, atau menikmati hasil dari
upaya kerja kita. Serta menghambat dan menyulitkan kita untuk melakukan
kebaikan-kebaikan bagi mahluk lain. Antaraya karma juga yang menyebabkan
munculnya di dalam diri kita keengganan berbuat, atau melakukan sesuatu,
seperti kemalasan atau mudah putus asa.
Misalnya ada orang mengirimkan
kita paket hadiah, tapi kita tidak mendapatkannya karena alamat yang dikirim
salah. Atau karma ini menyebabkan kita tidak bisa menikmati hasil seimbang dari
upaya kerja kita. Misalnya kita harus bekerja keras, tapi hasil atau
pemasukannya sangat sedikit.
Karma ini juga menyebabkan kita
mengalami rintangan di dalam melakukan kebaikan-kebaikan, walaupun kita berniat
melakukannya. Misalnya ada orang sakit yang sangat memerlukan uang untuk
membeli obat, tapi kita sendiri tidak bisa membantu karena kita tidak punya
uang. Atau kita ingin menolong orang lain dan tahu caranya, tapi kita tidak bisa
melakukannya karena kita tidak punya waktu dan kesempatan.
7. Darsanavaraniya Karma
Darsanavaraniya karma adalah
kelompok berbagai jenis-jenis karma perintang [penghalang karma], yang
merintangi kita menggunakan potensi maksimal dari badan fisik dan indriya kita.
Darsanavaraniya karma adalah yang
membuat mata kita menjadi rabun, buram atau mengalami kebutaan. Atau contoh
lain membuat telinga kita menjadi kurang pendengarannya atau tuli. Karma ini
juga yang menjadi penyebab kita mengalami jatuh sakit karena gangguan fungsi
organ tubuh, kerusakan organ tubuh, atau kelumpuhan badan.
8. Ayusya Karma
Ayusya karma adalah kelompok
berbagai jenis-jenis karma yang menentukan seperti apa dan bagaimana perjalanan
atma dialam kematian. Serta yang menjadi penentu, setelah melewati alam
antarabhava [alam kematian], atma akan ditarik terhisap kemana, menuju
kelahiran kembali berikutnya atau menuju alam-alam yang sesuai dengan akumulasi
karma-karma kita sendiri. Apakah atma akan terlahir kembali, ataukah akan pergi
ke alam-alam bawah [bhur loka] atau ke alam-alam suci para dewa [swah loka].
Ini semua ditentukan oleh ayusya karma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar