Sabtu, 31 Desember 2016

Jenis-Jenis Karma

Jenis-Jenis Karma
Jika kita membicarakan klasifikasi jenis-jenis karma, maka sesungguhnya terdapat sangat banyak berbagai macam jenis karma. Dimana secara garis besar berbagai macam jenis karma yang sangat banyak tersebut dikelompokkan menjadi delapan pokok besar jenis-jenis karma, yang disebut dengan asta karma-parinama, yaitu :
1. Nama Karma 
Nama karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma yang menentukan kita lahir dalam tubuh mahluk apa dan dengan kondisi badan fisik bagaimana. Karma ini yang menentukan tubuh fisik kelahiran kembali [punarbhawa, reinkarnasi] kita sebagai mahluk.
Ada yang terlahir kembali dalam tubuh manusia, tapi ada juga yang karena banyak akumulasi karma buruknya kemudian mengalami kejatuhan spiritual yaitu harus terlahir kembali dalam tubuh binatang [menjadi binatang]. Juga kita perhatikan tubuh manusia, ada yang berwajah menarik ada yang jelek, ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang berambut lurus ada yang keriting, ada yang kulitnya putih ada yang hitam, dsb-nya. 
2. Gotra Karma
Gotra karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma yang menentukan seperti apa dan dimana kelahiran kita, serta bagaimana pengalaman dalam perjalanan hidup kita. 
Misalnya kita dilahirkan di tempat dan situasi lingkungan seperti apa [lingkungan kacau atau damai, banyak kejahatan atau aman, dsb-nya], lahir di keluarga seperti apa [orang tua, kaya atau miskin, agama yang dianut, dsb-nya], dalam kehidupan kita bertemu dengan siapa [teman, sahabat, rekan kerja, perjodohan dengan suami atau istri, anak, dsb-nya]. Serta bagaimana pengalaman hidup kita seperti misalnya sukses atau gagal, sehat atau sakit, berumur panjang atau pendek, atau seperti mengalami tabrakan motor di jalan, menang undian, mengalami sial, kecurian, dsb-nya. 
 3. Vedaniya Karma 
Vedaniya karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma yang mempengaruhi kecenderungan sifat-sifat dasar kita, kondisi pikiran dan perasaan, serta gejolak emosi kita. 
Karma ini yang menyebabkan mengapa ada orang yang kecenderungan sifatnya pemarah atau sebaliknya penyabar, ada yang pemurung atau sebaliknya ceria, ada yang pemberani atau sebaliknya penakut, ada orang yang mudah grogi atau sebaliknya sangat percaya diri, dsb-nya. Karma ini juga yang menyebabkan mengapa kita jatuh cinta, atau mengapa kita mudah sekali membenci seseorang, dsb-nya.
Vedaniya karma yang menyebabkan ada orang yang punya kecenderungan sifat sabar, tenang dan pemaaf, demikian juga sebaliknya, ada orang yang punya kecenderungan sifat pemarah, gelisah dan pendendam. 
4. Mohaniya Karma
Mohaniya karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma yang mempengaruhi kecerdasan spiritual dan dimensi tingkat kesadaran kita.
Ini sebabnya mengapa ada orang yang lebih tertarik judi, korupsi atau selingkuh dibandingkan melaksanakan dharma. Ada orang yang lebih tertarik pergi dugem atau ke kafe dibandingkan pergi tirtayatra ke pura-pura, dan kalaupun dia pergi ke pura yang dia pikirkan dan lakukan semata-mata adalah untuk tujuan keduniawian. Ada orang yang lebih suka menonton infotaintment dan bergossip dibandingkan dengan duduk meditasi. 
Mohaniya karma juga yang menyebabkan ada sebagian orang yang dengan mudah dapat memilah mana ajaran religius yang benar, atau sebaliknya ada juga sebagian orang yang dengan mudah terperdaya oleh ajaran religius yang palsu, sehingga yang dia pegang dan yakini adalah ajaran religius yang palsu. Atau menyebabkan orang mengalami kesalahpahaman spiritual, seperti misalnya menganggap dirinya melakukan hal yang baik, benar dan suci, padahal sesungguhnya yang dilakukannya adalah hal yang melanggar dharma. Atau dapat juga terjadi sebaliknya, mohaniya karma menyebabkan seseorang mengalami rasa bersalah karena menyangka dirinya melakukan hal yang salah dan melanggar dharma, padahal bila diselami secara mendalam ternyata tidak. 
5. Jnanavaraniya Karma
Jnanavaraniya karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma perintang [penghalang karma], yang membuat kita tidak dapat memaksimalkan kecemerlangan intelek. Seperti membuat kita mengalami kesulitan dalam penyerapan [pemahaman] ilmu pengetahuan, atau memahami penjelasan orang lain. Dengan kata lain karma ini akan membuat kita cenderung tumpul, bodoh, lamban dan buntu terhadap pengetahuan atau penjelasan.
6. Antaraya Karma
Antaraya karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma perintang [penghalang karma], yang merintangi kita untuk menerima pemberian, menerima jasa kebaikan, atau menikmati hasil dari upaya kerja kita. Serta menghambat dan menyulitkan kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan bagi mahluk lain. Antaraya karma juga yang menyebabkan munculnya di dalam diri kita keengganan berbuat, atau melakukan sesuatu, seperti kemalasan atau mudah putus asa.
Misalnya ada orang mengirimkan kita paket hadiah, tapi kita tidak mendapatkannya karena alamat yang dikirim salah. Atau karma ini menyebabkan kita tidak bisa menikmati hasil seimbang dari upaya kerja kita. Misalnya kita harus bekerja keras, tapi hasil atau pemasukannya sangat sedikit.
Karma ini juga menyebabkan kita mengalami rintangan di dalam melakukan kebaikan-kebaikan, walaupun kita berniat melakukannya. Misalnya ada orang sakit yang sangat memerlukan uang untuk membeli obat, tapi kita sendiri tidak bisa membantu karena kita tidak punya uang. Atau kita ingin menolong orang lain dan tahu caranya, tapi kita tidak bisa melakukannya karena kita tidak punya waktu dan kesempatan. 
7. Darsanavaraniya Karma
Darsanavaraniya karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma perintang [penghalang karma], yang merintangi kita menggunakan potensi maksimal dari badan fisik dan indriya kita.
Darsanavaraniya karma adalah yang membuat mata kita menjadi rabun, buram atau mengalami kebutaan. Atau contoh lain membuat telinga kita menjadi kurang pendengarannya atau tuli. Karma ini juga yang menjadi penyebab kita mengalami jatuh sakit karena gangguan fungsi organ tubuh, kerusakan organ tubuh, atau kelumpuhan badan.
8. Ayusya Karma
Ayusya karma adalah kelompok berbagai jenis-jenis karma yang menentukan seperti apa dan bagaimana perjalanan atma dialam kematian. Serta yang menjadi penentu, setelah melewati alam antarabhava [alam kematian], atma akan ditarik terhisap kemana, menuju kelahiran kembali berikutnya atau menuju alam-alam yang sesuai dengan akumulasi karma-karma kita sendiri. Apakah atma akan terlahir kembali, ataukah akan pergi ke alam-alam bawah [bhur loka] atau ke alam-alam suci para dewa [swah loka]. Ini semua ditentukan oleh ayusya karma.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar