Jumat, 16 Desember 2016

konsep pendidikaan karakter



KONSEP PENDIKAN KARAKTER DI INDONESIA


Di Indonesia sebagai hasil sarasehan nasional pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dilaksanakan dijakarta pada tanggal 14 januari 2010 telah dicapai kesepakatan ansional pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dinyatakan sebagai berikut :
1.     Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari pendidikan nasional ecara utuh.
2.     Pendidikan budaya dan karakter bangsa harus dikembangkan secara komperhensif sebagai proses pembudayaan. Oleh akrena itu pendidikan dan kebudayaan secara kelembagaan perlu diwadahi secara utuh
3.     Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan tanggung jawab berasa anatr pemerintah, amsyarakat, sekolah dan orang tua. Oleh karena itu pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa harus melibatkan ke empat unsure tersebut.
4.     Dalam upaya merevatalisasi pendidikan budaya dan karakter bangsa diperlukan gerakkan nasional guna menggugah semangat kebersamaan dalam pelaksanaan dilapangan.
5.     Tersirat dalam keinginan peserta sarasehan nasional tersebut agar pendidikan budaya dan karakter dapat dikelola dengan lebih baik, diharapkan bidang kebudayaan kembali menjadi tanggung jawab kementrian pendidikan nasioanl seperti dahulu ada departemen pendidikan dan kebudayaan.  Namun sejauh ini bagaimana bentuk pendidikan karakter yang akan diimplementasikan diindonesia masih berupa rancangan. Dalam kaitan ini, departemen pendidikan nasional pada tahun 2009 telah mengidentifikasi 49 kualitas karakter yang dikembangkan dari character first dan dispakati sebagai karakter minimal yamng akan dikembangkan dalam pem,belajaran di Indonesia.
Para ahli diindonesia umumnya bersepakat abhwa pendidikan karakter sebaiknya dimulai sejak usia anak-aank, karena usia ini terbukti sangat menetukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Dalam implementasinya pendidikan karakter umumnya diintegrasikan dalam pembelajaran setiap mata pelajaran di sekolah. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran niali-niali karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengelaman nayata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Secara amkro pengembangan pendidikan karakter dibagi menjadi tiga tahap, yaitu perencanan, pelaksanaan dan evaluasi hasil. Pada tahap perncanaan dikembangkan perangkat karakter yang digali, dikristalisai, dasn dirumuskan dengan menggunakan berbnagi sumber idiologi bangsa, perundang-undangan yang terkait, pertimbangan teoritis, teori tentang otak, psikologis, nilai dan moral, pendidkan dan sosio-kultural, serta pertimbangan empiris berupa pengalaman dan praktik terbaikdari tokoh-tokoh kelompok cultural pesantren dan lain-lain.
Pada tahap pelksanaan dikembangkan pengalaman belajar dan proses belajar yang bermuara pada pembentuakan karakter dalam diri peserta didik. Proses ini terdiri dalam tiga pilar pendidikan yakni di ekolah, keluarga dan masyarakat.



SUMBER : Fadilah,M.2014. implementasi kurikulum 2013.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar