Jumat, 30 Desember 2016

Penertian Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa

   Pengertian Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa
.
Orang sering kali menyamakan arti intelegensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti intelegensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari intelligence Quetiont, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes keceerdasan. Dengan demikian IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Lalu apa hubungannya dengan pengertian bakat, anak berbakat dan keberbakatan.?
Peserta didik adalah anak-anak yang memiliki ciri-ciri istimewa misalnya bakat yang diturunkan dari orang tua atau nenek moyangnya.Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk dalam bidang yang ditekuni dan kadang dari bakat yang dimilikinya. Pendapat bahwa intelegensi dan kemampuan yang berkualitas adalah diturunkan dari orangtua kurang dapat diterima di masyarakat yang memandang bahwa semua orang itu sama. Penelitian dalam genetika perilaku menyatakan bahwa setiap jenis dalam perkembangan perilaku dipengaruhi secara signifikan melalui gen atau keturunan. Namun demikian foktor biologis juga tidak diingkari, factor biologis yang belum bersifat genetic yang berpengaruh pada intelegensi adalah factor gizi dan neurologic.Kekurangan nutrisi dan gangguan neurologic pada masa kecil dapat menyebabkan keterbelakangan mental. Studi dari Terman terhadap orang-orang yang memiliki IQ tinggi menunjukan keunggulan fisik seperti: tinggi, berat, daya tarik dan kesehatan, dibandingkan mereka yang intelegensinya lebih rendah.
Renzulli (Munandar, 1999) mengungkapkan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang individu tidak hanya karena kemampuan yang umumnya berada diatas rata-rata, melainkan juga kreativitas dan pengikatan diri terhadap tugas (task commitment). Munandar (Ali dan Ansori, 2005) menegaskan bahwa bakat ( aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potensi ability) yang masih perlu dikembangkan dan dilatih lebih lanjut.
Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milk Renzuli, yang mengidentifikasikan bahwa seseorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: intelegensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130); kreativitas yang tinggi; serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula. Namun Monks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan. Dari kedua ahli ini maka dilengkapi pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang di sebut Triadik Renzuli-Monks.
Seniawan (ali dan ansori, 2005) menyimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi itu berrsifat khusus, misalnya bakat akademik, bakat kinestetik, bakat seni atau bakat sosial.Dengan bakat, memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidamg tertentu., tetapi untuk mewujudkan bakat ke dalam suatu prestasi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan motivasi. Jika seseorang yang memiliki potensi bakat music tetapi tidak memperoleh kesempatan mengembangkannya, maka bakat tersebut tidak akan berkembang dan terwujud dengan baik (menghasilkan prestasi).
Sejak tahun 1960 nempak kecenderungan untuk memberi arti yang lebih luas pada konsep “giftedness” (keberbakatan).Makin di dasari bahwa “giftedness” harus ditinjau secara multidimensional, yaitu meliputi bermacam-macam dimensi kemampuan dan prestasi.Diakui bahwa ada bermacam-macam tipe “giftedness”. Muncul aneka ragam istilah anak yang mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul, seperti “the superior and the talented”, “the able and ambitiouns”, the able lerner”, atau “the academically talented”.
Robert Stemberg dan Robert wagner (1982) mendefinisikan keberbakatan (giftedness) sebagai “a kind of mental self managemnt”. Manajemen mental kehidupan seseorang yang konstruktif dan bertujuan mempunyai tiga elemen dasar, yaitu: mengadaftasikan diri pada lingkungan, memilih lingkungan baru, dan membentuk lingkungan.Menurut Stemberg dan wagner, kunci psikologis dasar keberbakatan intelektual terdapat dalam keterampilan berwawasan (insight skills) yang mencakup tiga proses utama:
1.      Memisahkan informasi yang relevan dari informasi yang irelevan
2.      Menggabungkan kepingan-kepingan informasi yang tidak berkaitan menjadi satu keseluruhan yang terpadu
3.      Mengaitkan informasi yang baru diperoleh dengan informasi yang sudah diperoleh sebelumnya

     Menurut Munandar (ali dan asrori, 2005) perwujudan nyata dari bakat adalah prestasi karena bakat sangat menentukan prestasi seseorang. Sekalipun demikian orang yang berbakat belum tentu berprestasi.Hal ini karena bakat bersifat potensial yang membutuhkan latihan dan pengembangan secara maksimal. Bakat khusus yang dikembangkan sejak dini akan dapat terealisasi dalam bentuk prestasi unggul. Berdasarkan penelitian terakhir, ditemukan bahwa sekitar 20persen siswa SD dan SMP  menjadi anak yang underachiever, artinya prestasi belajar yang mereka peroleh berada dibawah potensi atau bakt intelektual yang sesungguhnya mereka miliki.
jadi penegrtian anak cerdas istimewa berbakat iostimewa adalah seorang anak yang mempunyai kemampuan khusus di bidang tertentu yang IQ berbeda dengan IQ anak normal pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar