Pengertian
Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa
.
Orang sering kali menyamakan arti intelegensi dengan
IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar.
Arti intelegensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari
intelligence Quetiont, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes
keceerdasan. Dengan demikian IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai
taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara
keseluruhan. Lalu apa hubungannya dengan pengertian bakat, anak berbakat dan
keberbakatan.?
Peserta didik adalah anak-anak yang memiliki
ciri-ciri istimewa misalnya bakat yang diturunkan dari orang tua atau nenek
moyangnya.Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk
dalam bidang yang ditekuni dan kadang dari bakat yang dimilikinya. Pendapat bahwa intelegensi dan
kemampuan yang berkualitas adalah diturunkan dari orangtua kurang dapat
diterima di masyarakat yang memandang bahwa semua orang itu sama. Penelitian
dalam genetika perilaku menyatakan bahwa setiap jenis dalam perkembangan
perilaku dipengaruhi secara signifikan melalui gen atau keturunan. Namun
demikian foktor biologis juga tidak diingkari, factor biologis yang belum
bersifat genetic yang berpengaruh pada intelegensi adalah factor gizi dan
neurologic.Kekurangan nutrisi dan gangguan neurologic pada masa kecil dapat
menyebabkan keterbelakangan mental. Studi dari Terman terhadap orang-orang yang
memiliki IQ tinggi menunjukan keunggulan fisik seperti: tinggi, berat, daya
tarik dan kesehatan, dibandingkan mereka yang intelegensinya lebih rendah.
Renzulli (Munandar, 1999) mengungkapkan bahwa yang
menentukan keberbakatan seseorang individu tidak hanya karena kemampuan yang
umumnya berada diatas rata-rata, melainkan juga kreativitas dan pengikatan diri
terhadap tugas (task commitment). Munandar (Ali dan Ansori, 2005) menegaskan
bahwa bakat ( aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan
potensi (potensi ability) yang masih perlu dikembangkan dan dilatih lebih
lanjut.
Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milk
Renzuli, yang mengidentifikasikan bahwa seseorang anak dapat dikatakan sebagai
anak berbakat jika ia mempunyai: intelegensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ
lebih dari 130); kreativitas yang tinggi; serta motivasi dan ketahanan kerja
yang tinggi pula. Namun Monks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika
tidak ada dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan. Dari kedua ahli ini
maka dilengkapi pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang di sebut Triadik
Renzuli-Monks.
Seniawan (ali dan ansori, 2005) menyimpulkan bahwa
bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Bakat umum apabila
kemampuan yang berupa potensi itu berrsifat khusus, misalnya bakat akademik,
bakat kinestetik, bakat seni atau bakat sosial.Dengan bakat, memungkinkan
seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidamg tertentu., tetapi untuk
mewujudkan bakat ke dalam suatu prestasi diperlukan latihan, pengetahuan,
pengalaman, dan motivasi. Jika seseorang yang memiliki potensi bakat music
tetapi tidak memperoleh kesempatan mengembangkannya, maka bakat tersebut tidak
akan berkembang dan terwujud dengan baik (menghasilkan prestasi).
Sejak tahun 1960 nempak kecenderungan untuk memberi
arti yang lebih luas pada konsep “giftedness” (keberbakatan).Makin di dasari
bahwa “giftedness” harus ditinjau secara multidimensional, yaitu meliputi
bermacam-macam dimensi kemampuan dan prestasi.Diakui bahwa ada bermacam-macam
tipe “giftedness”. Muncul aneka ragam istilah anak yang mempunyai
kemampuan-kemampuan yang unggul, seperti “the
superior and the talented”, “the able and ambitiouns”, the able lerner”,
atau “the academically talented”.
Robert Stemberg dan Robert wagner (1982)
mendefinisikan keberbakatan (giftedness) sebagai “a kind of mental self
managemnt”. Manajemen mental kehidupan seseorang yang konstruktif dan bertujuan
mempunyai tiga elemen dasar, yaitu: mengadaftasikan diri pada lingkungan,
memilih lingkungan baru, dan membentuk lingkungan.Menurut Stemberg dan wagner,
kunci psikologis dasar keberbakatan intelektual terdapat dalam keterampilan
berwawasan (insight skills) yang mencakup tiga proses utama:
1. Memisahkan
informasi yang relevan dari informasi yang irelevan
2. Menggabungkan
kepingan-kepingan informasi yang tidak berkaitan menjadi satu keseluruhan yang terpadu
3. Mengaitkan
informasi yang baru diperoleh dengan informasi yang sudah diperoleh sebelumnya
Menurut
Munandar (ali dan asrori, 2005) perwujudan nyata dari bakat adalah prestasi
karena bakat sangat menentukan prestasi seseorang. Sekalipun demikian orang
yang berbakat belum tentu berprestasi.Hal ini karena bakat bersifat potensial
yang membutuhkan latihan dan pengembangan secara maksimal. Bakat khusus yang
dikembangkan sejak dini akan dapat terealisasi dalam bentuk prestasi unggul.
Berdasarkan penelitian terakhir, ditemukan bahwa sekitar 20persen siswa SD dan
SMP menjadi anak yang underachiever,
artinya prestasi belajar yang mereka peroleh berada dibawah potensi atau bakt
intelektual yang sesungguhnya mereka miliki.
jadi penegrtian anak cerdas istimewa berbakat iostimewa adalah seorang anak yang mempunyai kemampuan khusus di bidang tertentu yang IQ berbeda dengan IQ anak normal pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar