Mengapa Indonesia Negara Berkembang ?
Indonesia
merupakan negara yang didalamnya terdapat kurang lebih 2450 juta jiwa, yang
terdiri dari berbagai suku, budaya, ras, bahasa, dan lain sebagainya, bahkan
indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang
beragam, baik yang berasal dari laut, hutan, bumi, dan lain sebagainya. Bahkan
banyaknya sumber daya alam yang saat ini dimiliki oleh negara indonesia menjadi
salah satu problematika permasalahan yang terjadi pada saat ini, sampai-sampai
sumber daya manusia yang terdapat di indonesia ini masih belum mampu untuk
dikelola secara maksimal.
Realita
saat ini indonesia memerlukan banyak sekali perhatian khusus dari pemimpin
negri ini, yang perlu adanya kebijakan khusus untuk memperbaiki seluruh sistem
yang saat ini masih dikira kurang baik.
Pemerintah
disini berperan penting dalam stabilisasi kesejahteraan suatu negara, banyak
permasalahan yang harus di benahi oleh masyarakat dan pemerintah itu sendiri,
seperti hal nya kemiskinan yang melanda rakyat indonesia, banyaknya koruptor
yang merampas hak masyarakat banyak, kualitas pendidikan yang rendah dan
disertai mahalnya pendidikan itu sendiri, penegakan hukum di indonesia yang
lemah dan terkadang dapat di gadaikan dengan uang, pengelolaan sumber daya alam
yang masih harus dimaksimalkan, banyaknya kerusakan-kerusakan lingkungan yang
di akibatkan oleh tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab, banyaknya
kesenjangan sosial, kemacetan dimana-mana, pengangguran meraja rela, banyaknya
daerah yang ter isolir dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah secara
khusus, malahnya kesehatan yang disertai dengan kurangnya fasilitas kesehatan,
banyaknya narkoba dan sejenisnya, dan juga banyaknya kejadian seksual
dimana-mana, baik anak kecil, maupun dewasa.
Dari
permasalahan tersebut pemerintah harus siap dan sigap dalam mengabil keputusan
guna menghindari hal-hal yang dapat mneyebabkan hancurnya sistem indonesia,
jika indonesia in ingin sejahtera, maka pemerintah harus berani dan juga turun
langsung dalam mengawasi alur-alur negaranya yang disamping itu ada masyarakat
yang membantu pemerintah dalam proyek pembangunan negara indonesia tercinta
ini.
Menurut badan pusat statisik (BPS), mencatat penduduk
indonesia yang masih hidup dibawah garis kemiskinan hingga september 2015
mencapai 28,51 juta atau 11,13% dari total penduduk indonesia, dan pengangguran
di indonesia itu sendiri sampai februari 2016 mencapai 7,02 juta orang atau
5,5% menurut badan pusat statistik, adapun kualitas pendidikan di indonesiaa
itu sendiri masih sangat rendah,baik dari segi pengajar, sarana prasarana,
jarak yang harus ditempuh, dan juga transportasi, dan juga mahalnya biaya
pendidikan, bayanya aksi korupsi dan ini dibuktikan dari survei perepsi korupsi
yang dilakukan pada 11 kota di indonesia dan ini menunjukan 9.1% dan alokasi
jasa suap mencapai 7.4% , migas dan rerata alokasi suap sebesar 7.2% , dan
sementara alokasi dana suap terendah adalah pertanian dengan rerata 3.5%,
perikanan 3.3%, dan kehutanan 3.2% dan sebagainya.
Problematika Indonesia
Disamping banyaknya faktor pendukung yang dimiliki
indonesia, saat ini indonesia sedang khawatir dengan problematika dan
permasalahan yang terjadi, ini di buktikan melalui banyaknya aspek-aspek yang
masih harus dibenahi dalam siklus kesejahteraan negara, banyak point-point yang
harus di revisi, sehingga membentuk satu kesempurnaan suatu negara.
1.
KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan masalah utama yang melanda
indonesia, hampir setiap sudut ditemukan pemukiman kumuh. Ada sekitar 30 juta
rakyat indonesia yang hidup sangat miskin. Penyebab utama kemiskinan adalah
ledakan penduduk yang tidak disertai dengan peningkatan kualitas penduduk
tersebut, ditambah lagi dengan kebutuhan hidup yang makin kompleks dan mahal,
banyak rakyat miskin ynag kelaparan, tinggal di gubug reot yang hanya
beralaskan sehelai kain dan dilindungi oleh atap yang terbuat dari pelepah
kelapa bahkan dalam realitanya banyak orang-orang yang tidak memiliki tempat
tinggal, dan terpaksa tinggal dibawah jembatan, sela-sela pipa pembuangan air
ke sungai, dan lain-lain. Dan ini semua adalah potret kemiskinan yang harus
diantisipasi oleh pemerintah untuk bagaimana indonesia ini diubah menjadi
negara yang dapat hidup dengan layak dan sejahtera.
Dapat dilihat, propinsi dengan angka kemiskinan yang
relatif tinggi dan absolut tinggi
tingkat kemiskinan ini masih sangat besar pada setiap daerah, dan ini merupakan sebuah tugas untuk negara dan pemerintahdalam membenahikemiskinan ini, agar masyarakat dritiap daerah dapat merasakan pendistribusian ekonomi baik secara mikro maaupun makro secara merata.
tingkat kemiskinan ini masih sangat besar pada setiap daerah, dan ini merupakan sebuah tugas untuk negara dan pemerintahdalam membenahikemiskinan ini, agar masyarakat dritiap daerah dapat merasakan pendistribusian ekonomi baik secara mikro maaupun makro secara merata.
2.
PENGANGGURAN
Masalah yang selanjutnya menjadi problematika adalah
banyaknya jumlah masyarakat indonesia yang masih menggantungkan harapan negara
ini agar bagaimana pemerintah memberikan lapangan pekerjaan guna untuk menopang
mata pencaharian kehidupan masyarakat yang sampaisaat ini belum mendapatkan
pekerjaan,karena sulitnya lapangan pekerjaan, menurut badanpusat statistik
(BPS) menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada februari 2016 mencapai
7,02 juta orang, atau 5,5% persen, namun jumlahpengangguran tersebut menurun
biladi bandingkan denga februari 2015 yang mencapai 7,45 jutaorang atau 5,81%,
datadiatas menunjukan bahwasanya tingkat pengangguran di indonesia saat ini
masih dalam keadaan siaga, dimana angka pengangguran sudah melebihi angka 5%
dari batas standar pengangguran. tingkat pengangguran dari tahun ke tahun
menurun, akan tetapi masih banyak yang harus di evaluasi dalam hal
pengangguran.
3.
PENDIDIKAN
Sistem pendidikan di indonesia dapat dikatakan sangat
buruk, biaya sekolah yang semakin mahal tidak sebanding dengan hasil yang di
dapatkan, memang siswa selalu lulus dengan nilai yang sangat baik dan
memuaskan, akan tetapi angka tersebut hanya diatas kertas, tidak menjamin
sebuah nilai akan kualitas yang dimiliki oleh siswa tersebut, buktinya kualitas
pendudukindonesia masih sangat rendah di bandingkan dinegara lain, tak heran
jika kita mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi untuk mendatangkan tenaga
ahli dari luar negri, sementara kita mengirim tenaga kerja keluar negri sebagai
buruh dan pembantu, ini merupakan 180 derajat berbalik dari kata kesejahteran,
indonesia berada di urutan ke 2 dari 6 negara yang masyarakatnya putus sekolah.
Dan ini merupakan hal atau prestasi yang buruk yang diperoleh indonesia pada
tahun 2015.
4.
DAERAH TERISOLIR DAN
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BURUK
Banyak sekali daerah tertinggal dinegara ini terutama di
kawsan dekat perbatasan negara dan bagian timur indonesia, pembangunan
cenderung berpusat disekitar pulau jawa, sumatra, dan bali saja. Mungkin karena
daerah tersebut yang paling potensial. Tetapi sebaiknya pemerintah daerah lain
juga memperhatikan daerah secara menyeluruh, kemudian juga sumberdaya alam yang
dimiliki indonesia ini belum bisa dikelola dengan baik oleh indonesia, bahkan
akibat kurangnya sumber daya mausia yang memiliki skill untuk mengelola sumber
daya alam ini, dimanfaatkan para koruptor dan pencari kekayaan. Dan bukan
rahasia lagi jika tambang emas Freeport di Indonesia adalah salah satu yang terbesar
di dunia. Papua dinilai kaya akan sumber daya alam ini. Produksi PT Freeport
Indonesia di 2011 mencapai 1,44 juta ounce.
Begitu
banyak permasalahan di indonesia dan ini merupakan cerminan negara dari
sebagian kecil, jika indonesia mau maju, maka indonesia harus berbenah dari
sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar